Jelang Musim Tanam Okmar, Dinas TPHP Kobar Lakukan Panen Benih Padi Unggul

Petugas Balai Benih Dinas TPHP, Tarunantho, sedang memotong sampel benih padi sekonyer untuk memastikan mutu dan kualitas benih di petak penangkaran BPTP Tanjung Terantang. (Syarif HD)

MMC KOBAR - Menjelang musim tanam padi periode Oktober-Maret (Okmar) di Kotawaringin Barat yang akan segera dimulai pada Oktober mendatang, Dinas Tanaman Pangan Hortikutura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai melakukan pemanenan benih padi unggul lokal dan nasional yang dikembangkan di Balai Perbenihan Tanaman Pangan (BPTP) Desa Tanjung Terantang. Saat ditemui di Balai Benih Tanjung Terantang pada Rabu (26/9), Petugas Balai Benih, Tarunantho mengatakan bahwa pemanenan akan dilakukan secara bertahap selama satu bulan kedepan sampai pertengahan bulan oktober. Hal ini selain untuk memastikan kematangan usia benih, menjaga kualitas benih, juga untuk menghindari penumpukan benih di gudang sehingga memperkecil persentase kegagalan tumbuh benih yang akan berakibat pada gagal tanam.

Beliau juga mengatakan bahwa dari proses penangkaran sampai pemasaran benih padi unggul yang dikembangkan di BPTP Dinas TPHP Kobar,  akan melalui beberapa tahap.

(Baca Juga : KPKNL Pangkalan Bun Akan Laksanakan Lelang BMN Kendaraan Roda Dua, Kendaraan Roda Empat dan Scrap Milik Kemenag Kotim)

“Setelah benih padi dipanen, akan dilakukan uji laboratorium di Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Palangka Raya untuk memastikan kelayakan benih sebelum didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Proses ini memerlukan waktu kurang lebih 2 minggu setelah benih dikeringkan. Setelah hasil uji lab keluar dan dinyatakan bahwa benih memenuhi syarat untuk disebarkaan ke masyarakat, pihaknya akan melakukan pengemasan, menyematkan label sertifikasi benih dan kemudian mendistribusikan benih unggul kepada petani maupun konsumen lainnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa seluruh proses dari mulai penangkaran benih padi unggul, pemanenan benih, sertifikasi, pengemasan dan pendistribusian harus dilakukan secara cermat dan tepat.

“Sehingga pada saat menjelang masuk masa tanam, benih tersedia dan mencukupi kebutuhan petani di Kobar, jangan sampai pada saat musim tanam benihnya kosong atau habis,” tegasnya.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Iskandar yang ditemui di ruang kerjanya membenarkan bahwa keseluruhan proses penangkaran benih padi unggul di Kobar telah diperhitungkan dengan matang dan cermat. Hal inilah yang menyebabkan tidak pernah ada kekosongan benih padi unggul di Kobar terutama padi unggul lokal sekonyer.

Lebih lanjut Iskandar menjelaskan bahwa BPTP Tanjung Terantang menyiapkan varietas sekonyer untuk padi lokal di lahan seluas 1 ha yang akan mencukupi untuk luasan tanam sampai 100 ha. Kemudian untuk padi unggul nasional inpari 30 dan inpari 42 ditanam pada lahan seluas 4 ha. Menurutnya 3 jenis benih padi ini sangat diminati oleh petani di Kobar, adapun luasan tanamnya hanya 5 ha, beliau menjelaskan bahwa hal ini disesuaikan dengan jumlah petani yang akan menanam padi dan memesan benih ke Dinas TPHP.

“Apabila kita menanam benih pada seluruh lahan yang dimiliki balai benih seluas 25 ha, sementara nanti benih tidak seluruhnya tersalur ke masyarakat, tentu sia-sia saja menumpuk benih di gudang, apalagi masa kadaluarsa benih terbatas, jadi kita sesuaikan dengan jumlah pesanan dan jumlah petani yang akan menanam,” imbuhnya.

Akan tetapi beliau kembali menegaskan, apabila pesanan benih meningkat, kita bisa menyesuaikan luasan tanam benih, karena lahan balai kita mencukupi untuk menangkarnya. (Syarif HD/DTPHP)