Migrasi IPv4 ke IPv6, Kominfo Libatkan Stakeholders

Yogyakarta, Kominfo - Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah mendorong implementasi migrasi Internet Protocol version 4 (IPv4) ke Internet Protocol version 6 (IPv6). Direktur Telekomunikasi Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Aju Widyasari mengatakan hal itu ditujukan agar mampu meningkatkan performa akses layanan internet di tanah air sesuai kebutuhan terkini. 

“Kami sedang terus mendorong mengenai IPv4 dan IPv6 dalam kaitanya dengan penggunaan IP. Karena kita sudah sadari bahwa address untuk IP versi 4 itu sangat terbatas, sementara penggunaan traffic internet oleh semua negara sebetulnya, tidak hanya Indonesia itu terus tumbuh. Tentunya kita harus menyiapkan kebutuhan IP address yang lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini," jelasnya usai Webinar ‘’5G dan IoT, lebih baik IPv4 Atau IPv6?’ yang berlangsung hibrida dari Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Kamis (09/06/2022).

(Baca Juga : Musrenbang Kecamatan Arsel Bahas 110 Usulan Prioritas)

Menurut Direktur Aju Widyasari, IPv6 merupakan salah satu solusi dalam mengatasi ketersediaan penomoran address yang begitu banyak dan andal. Selain itu bisa menjamin integrasi maupun keamanan data yang lebih baik. 

"Walaupun masalah keamanan data tidak hanya persoalan deretan alamat IP, karena limitnya itu cukup banyak. Tapi paling tidak kita bisa memberikan solusi performance network yang lebih baik, dengan memanfaatkan penomoran IP yang sangat banyak," tuturnya.

Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Kementerian Kominfo mengungkapkan upaya tersebut membutuhkan dukungan semua stakeholders baik pemerintah maupun swasta dan seluruh lapisan  masyarakat, termasuk akademisi. 

"Sehingga kita semua bisa menikmati layanan internet dengan lebih baik, lebih andal, lebih cepat, lebih aman sekaligus juga bisa mendukung ekosistem 5G dan ekonomi digital yang diharapkan untuk negara kita ini bisa juga bergerak untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia," tandasnya. 

Sosialisasi

Kementerian Kominfo juga gencar melakukan sosialisasi migrasi IPv4 ke IPv6. Menurut Direktur Aju Widyasari sosialisasi pemanfaatan penomoran IP versi 6 dan juga melakukan diskusi yang sangat intensif dengan seluruh industri.

"Karena kuncinya sebenarnya ada di industri, kemudian juga masyarakat karena masyarakat memang harus disediakan. Mereka tidak bisa membedakan mana yang IPv4 mana yang IPv6. Diharapkan adalah layanan ini baik. Karenanya semua harus kami lakukan termasuk edukasi kepada masyarakat," tuturnya.   

Selain itu, Kementerian Kominfo juga harus mengidentifikasi satu persatu, sehingga  timeline ini sesuai dengan kesiapan seluruh lini industri. 

"Supaya tidak hanya sekadar teori atau wacana tapi sekaligus praktisnya. Cukup panjang yang harus kami lakukan tapi itu memang harus segera dilaksanakan," ungkapnya.

Direktur Telekomunikasi Ditjen PPI Kementerian Kominfo menyatakan salah satu target yang akan dilaksanakan ke depan, melakukan klasifikasi lebih kepada penyelenggara seluler dan penyelenggara jasa untuk akses internet.

"Karena trafik yang paling cepat tumbuh yang ada di sana. Jadi  yang namanya killer application itu ada di mobile broadband saat ini, agar itu cepat untuk adopsi, itu yang kami fokuskan ke sana. Sehingga kami perlu diskusi dan dialog yang lebih panjang dengan para penyelenggara seluler untuk bisa mendorong penggunaan IPv6," tuturnya. 

Oleh karena itu, Direktur Aju Widyasari meminta kerja sama semua pihak dalam mewujudkan perbaikan perfomance  akses layanan internet saat ini. 

"Kami sebagai regulator dari Kominfo memohon kerjasamanya pada semua pihak atau stakeholder, dari sisi penyelenggara layanan, penyedia perangkat, sampai dengan sisi penyediaan aplikasi, platform, untuk kita sama-sama menyadari bahwa perbaikan perfomance daripada akses layanan internet ini memang harus diwujudkan," ungkapnya. (rb)

sumber : kominfo.go.id