Tahun 2021, DPKH Kobar Targetkan Aplikasi Embrio Transfer Sebanyak 12 Resipien

MMC Kobar - Beragam cara untuk mengembangkan peternakan sapi potong, antara lain melalui perbaikan kualitas genetik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) pada Selasa (20/4) melaksanakan kegiatan Embrio Transfer (ET) pada resipien (ternak betina sehat) di 5 kecamatan potensial, yakni Kecamatan Arut Selatan, Pangkalan Banteng, Pangkalan Lada, Kumai dan Kotawaringin lama.

Untuk diketahui, Transfer Embrio (TE) merupakan suatu teknik memasukkan embrio ke dalam alat reproduksi ternak betina sehat (resepien) dengan alat tertentu dengan tujuan agar ternak bunting.

Petugas dari DPKH Kobar, Kamto Widodo menjelaskan bahwa aplikasi ET yang digunakan di Kabupaten Kobar ini menggunakan embrio Ras Simental, Ras Limousine, Ras PO (Peranakan Ongole) dan Ras FH (Sapi Perah).

“Untuk target di tahun 2021 ini sebanyak 12 resipien, hingga triwulan pertama DPKH telah mengaplikasikan ET sebanyak 4 dosis di kecamatan Arut Selatan. Sedangkan untuk saat ini hasil dari ET tahun 2020 sudah lahir satu pedet Limousine di wilayah Kecamatan Arut Selatan,” terang Kamto.

Pengaplikasian ET di tahun 2020, lanjut Kamto, juga 12 dosis dan diperkirakan akan ada 4 pedet hasil ET tahun lalu di tahun 2021.

Sementara itu, Plt Kepala DPKH Kobar, Bambang Djatmiko, mengharapkan peran aktif peternak untuk melaporkan kepada petugas apabila ada ternak yang birahi dan memenuhi syarat sebagai resipien ET. (dpkh kobar)