Kobar Promosikan Coto Manggala di Kalteng Quality Expo 2019

Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri, S.Hut., MP mencicipi Coto Manggala di Stand Kobar pada Kalteng Quality Expo (29/4/2019). (dkp kobar)

MMC Kobar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) promosikan Coto Manggala sebagai kuliner khas Kobar berbasis sumber daya pangan lokal pada Kalteng Quality Expo di arena pameran Temanggung Tilung, Kota Palangka Raya (Senin, 29/4/2019).

Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri, S.Hut., MP yang membuka kegiatan tersebut turut berkunjung ke stand Kobar dan menikmati kuliner yang disediakan. Diikuti pula oleh unsur muspida Provinsi, Kepala SKPD Provinsi, pejabat daerah dari kabupaten/kota di Kalteng dan masyarakat umum. Maka tak heran jika 500 mangkuk kuliner khas Kobar ini langsung habis hanya dalam waktu 2 jam.

(Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga, DPKH Kobar Gelar Rakor Evaluasi Harga Komoditas Ayam Potong)

Umum diketahui, Coto Manggala tak hanya nikmat di lidah. Manggala atau singkong yang digunakan sebagai bahan utama, selain mudah didapat juga bisa menjadi alternatif pemenuhan sumber karbohidrat masyarakat (selain nasi yang umumnya dikonsumsi). Promosi ini merupakan bagian dari sosialisasi diversifikasi atau penganekaragaman pangan, yaitu suatu proses pemilihan pangan yang tidak hanya bergantung pada satu jenis pangan, tetapi juga memiliki beragam pilihan (alternatif) terhadap berbagai bahan pangan.

Pertimbangan rumah tangga untuk memilih bahan makanan pokok keluarga biasanya didasarkan aspek produksi, pengolahan dan konsumsi pangan. Maka selain bertujuan mengurangi ketergantungan akan jenis pangan tertentu seperti beras dan terigu, hal ini juga dimaksudkan untuk mencapai keberagaman komposisi gizi sehingga kualitas gizi masyarakat pun meningkat.

Mulyadi, SP selaku Kepala Seksi Penganekaragaman Konsumsi Pangan mengungkapkan harapannya agar Coto Manggala semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat Kalteng. Bahkan bisa menjadi jajanan atau kuliner tradisional alternatif yang dapat ditemui dengan mudah di seluruh Kalteng.

“Ya, kita harap kedepannya Coto Manggala ini bisa ada setiap saat. Bukan cuma dalam kegiatan pameran seperti ini saja,” tambah Mulyadi.

Dalam kesempatan lain, Ir. Sumiyati selaku Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan juga mengatakan, dengan adanya diversifikasi pangan ini kita berharap agar masyarakat tidak menganggap nasi sebagai satu-satunya makanan pokok yang tidak dapat digantikan oleh bahan pangan yang lain.

“Kita ini negeri yang punya beragam hasil pertanian dan sebenarnya dapat dijadikan makanan pokok. Jadi sukun, ubi, talas dan sebagainya itu dapat menjadi faktor pendukung utama diversifikasi pangan,” ujarnya.

Mari, kita dukung penganekaragaman pangan berbasis sumberdaya lokal di Kobar. (sinta/dkp kobar)