Jumlah Pengunjung/Wisatawan di Kawasan Wisata Bugam Raya Diprediksi Mengalami Lonjakan pada Libur Lebaran

MMC Kobar - Menjelang libur hari raya Idul Fitri 1443 H, perlu diadakan persiapan menghadapi lonjakan pengunjung/wisatawan di kawasan wisata Bugamraya. Sehubungan dengan hal tersebut pada Rabu (20/4) Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengadakan rapat koordinasi Antispasi Lonjakan Pengunjung/Wisatawan di Kawasan Wisata Bugamraya pada Hari Libur Hari Raya  Idul Fitri 1443 H yang bertempat di ruang rapat Bupati Kobar.

Rapat ini dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Setda dan dihadiri oleh SOPD dan instansi terkait, diantaranya Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinkes, Dinas PUPR, Dinas Kominfo, Disperindagkop UMKM, Satpol PP, Kabag Tata Pemerintahan Setda, Camat Kumai, Kapolsek Kumai, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Kobar, Kapospol Polair Satpolair Kumai, Kades Kubu, Babinsa Kubu, Bhabinkamtibmas Kubu dan Ketua Wilayah 03 RAPI Kobar.

(Baca Juga : Sosialisasi KIE Keamanan Pangan di Desa Pasir Panjang)

Asisten Administrasi Umum Setda Kobar, Syahrudin mengatakan bahwa setelah 2 tahun lamanya masyarakat tidak diperbolehkan mudik dan tidak adanya cuti bersama Idul Fitri. Menurutnya, libur Lebaran tahun ini akan menambah mobilitas masyarakat, selain bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, masyarakat biasanya menghabiskan libur Lebaran dengan berwisata.

“Libur Hari Raya Idul Fitri 1443 H ini akan lebih menjanjikan dalam pemulihan sektor pariwisata. Saat ini pengelola destinasi pariwisata di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat telah melakukan persiapan dalam menyambut libur lebaran, dengan tetap mengedepankan konsistensi penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ucap Syahrudin.

Syahrudin menambahkan, seharusnya ini tidak hanya menjadi tanggungjawab dari wilayah Kubu saja, tetapi juga dari pihak Kades Teluk Bogam dan juga Kades Sebuai dan Sebuai Timur. Karena hampir semua desa memiliki ikon-ikon yang patut untuk dikunjungi dan saat ini masih dalam proses dikembangkan.

“Semoga semua destinasi dapat dikunjungi oleh para wisatawan,” harap Syahrudin.

Kadispar Kobar, Wahyudi mengungkapkan bahwa Pemerintah Pusat dalam kebijakannya telah memberikan izin kepada masyarakat untuk berwisata. Tahun lalu karena adanya pengendalian maka menyebabkan jumlah kunjungan wisatawan berkurang.

“Destinasi wisata yang mempunyai potensi selain Bugamraya yaitu Pangkalan Tiga. Sedangkan di Kumpai Batu yang menjadi andalan yaitu wisata kulinernya seperti Nasi Tiwul dan juga kopi Liberika. Desa wisata Lalang sudah masuk ke dalam Desa Wisata Indonesia. Daya Tarik Wisata di Kec. Kumai memang memiliki daerah tujuan waisata paling banyak yaitu sekitar 16 lokasi,” terang Wahyudi.

Untuk hari libur natal tahun lalu, lanjut Wahyudi, jumlah pengunjung dibatasi sekitar 75%. Selain itu data pengunjung juga dapat dilihat dari aplikasi Pedulilindungi, karena saat ini tempat-tempat wisata sudah dilengkapi dengan QR Code Aplikasi Pedulilindungi.

“Dalam rangka mengantisipasi kenaikan pengunjung di hari libur Idul Fitri 1443 H ini, Dinas Pariwisata menyiapkan tambahan tenaga petugas retribusi di gerbang serta untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar tempat wisata untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, utamanya yaitu penggunaan masker bekerjasama juga dengan pihak-pihak lain seperti BPBD dan Dinas Perhubungan,” jelasnya.

Guna mendukung lonjakan pengunjung/wisatawan di kawasan wisata Bugamraya pada saat itu, SOPD dan instansi terkait menyatakan kesiapannya. Mereka akan mengerahkan personilnya untuk membantu Dinas Pariwisata selama libur hari Raya Idul Fitri 1443 H.

“Semoga dengan dibukanya Destinasi Wisata ini akan memulihkan kembali perekonomi masyarakat Kotawaringin Barat,” ucap Wahyudi.

Salam Sehat, Salam Pariwisata. (dispar kobar)