Jadikan Laut Pemersatu Indonesia Menuju Poros Maritim Dunia

Anak kelima Ir. H. Djuanda Noorwati Djuanda (keempat kanan) memberikan kata sambutan saat peringatan 61 tahun deklarasi Djuanda di Taman Hutan Raya Djuanda, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (15/12/2018). Peringatan 61 tahun deklarasi Djuanda atau yang bisa disebut Hari Nusantara tersebut merupakan penetapan dan penegasan bahwa Indonesia adalah Negara Kepulauan terbesar di dunia yang pertama kali ditetapkan pada 13 Desember, 1999 oleh presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurahman Wahid. (antarafoto)

Banggai, Kominfo - Tahun ini, peringatan Hari Nusantara yang dihelat di Pelabuhan Tangkiang, Banggai, Sulawesi Tengah. Pemerintah mengambil tema “Perwujudan Kesatuan Nusantara yang Utuh melalui Deklarasi Juanda Menuju Poros Maritim Dunia”. 

Tjahjo Kumolo menyampaikan bahwa pembangunan dan pengembangan laut menjadi salah satu program kerja pemerintah karena sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang besar dari laut.

(Baca Juga : Kembali Jadi Tujuan Studi Banding, Badan Kesbangpol Kobar Terima Kunjungan Badan Kesbangpol Lamandau)

“Sebagai salah satu negara yang memiliki bentang garis pantai terpanjang di dunia, dimana 75 persen wilayah Indonesia adalah lautan dengan hamparan pesisir mencapai 95.181 km, kita memiliki potensi unggulan dari sudut geopolitik, geostrategis maupun geoekonomi,” kata Mendagri dalam sambutannya di Pelabuhan Tangkiang Luwuk, Banggai (13/12).

Mendagri menegaskan bahwa agar laut kita kembali berjaya adalah dengan menjaga laut kita dari sampah, polusi dan hal-hal yang dapat mengancam Sumber Daya kita.

Di Hari Nusantara 2018 ini, atas nama Pemerintah Pusat, saya menegaskan kembali bahwa salah satu cara agar membuat laut kembali berjaya adalah dengan mengatasi segala hal yang berkaitan dengan polusi, pencemaran yang mengancam dan merusak kualitas SDM kita,” tegasnya.

Disela-sela rangkaian kegiatan peringatan Hari Nusantara Tjahjo Kumolo memberikan penganugerahan satya lencana kepada para bupati diantaranya diberikan kepada Bupati Banggai (Sulteng) Herwin Yatim, Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Sulsel) Syamsudin Andi Hamid, Bupati Wakatobi (Sultra) Arhawi dan Bupati Lembata (NTT) Eliaser Yentji Sunur.

Anugerah diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 129 Tahun 2018 tentang Penganugerahan Satya Lencana Wirakarya, sebagai penghargaan atas upaya para bupati tersebut dalam mengembangkan dan membangun laut di daerahnya.

Mendagri mengungkapkan agar para bupati yang mendapatkan penghargaan itu dapat mempertahankan kinerja dalam mengelola pembangunan berkelanjutan di daerah kepulauan, serta dapat dijadikan contoh bagi daerah lain.

“Dengan kekayaan sumber daya yang berlimpah, baik sumber alam hayati dan non-hayati maupun jasa-jasa lingkungan, sebagai aset nasional yang harus kita kelola secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menjelaskan, laut merupakan pemersatu bangsa. Karena itu sepatutnya laut dijadikan “kawan”.

“Rangkul dan jadikan laut sebagai kawanmu, bukan musuhmu. Laut bukan pemisah justru pemersatu. Pengikat dan masa depan anak cucu kita,” jelas Longki.

Oleh karena itu, Mentri dalam negeri berharap para bupati yang mendapatkan penghargaan itu dapat mempertahankan kinerja dalam mengelola pembangunan berkelanjutan di daerah kepulauan, serta dapat dijadikan contoh bagi daerah lain.

“Dengan kekayaan sumber daya yang berlimpah, baik sumber alam hayati dan non-hayati maupun jasa-jasa lingkungan, sebagai aset nasional yang harus kita kelola secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Maritim Sugeng Santoso menambahkan bahwa sebagai negara kepulauan dengan luas wilayah laut yang sangat besar, percepatan pembangunan kelautan merupakan tantangan yang harus diupayakan untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, salah satu tantangannya adalah bagaimana mengembangkan industri kelautan, industri perikanan, perniagaan laut dan peningkatan pendayagunaan potensi laut dan dasar laut bagi kesejahteraan rakyat Indonesia dan sejalan dengan itu, upaya menjaga daya dukung dan kelestarian fungsi lingkungan laut juga merupakan tantangan dalam pembangunan kelautan

Sugeng Santoso mengatakan Pengelolaan terhadap kekayaan alam terutama dari laut dalam rangka menuju poros maritim dunia ini sangat penting untuk masa depan kita. Pemanfaatan sumberdaya alam kelautan dan perikanan perlu dikembangkan secara berkelanjutan dengan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dapat dioptimalkan melalui peningkatan nilai tambah hasil produksi kelautan dan perikanan nasional. Nilai tambah hasil produk kelautan dan perikanan saat ini dinilai masih relatif rendah. Penciptaan nilai tambah merupakan upaya untuk mewujudkan efisiensi usaha dan secara agregat akan berkontribusi terhadap perekonomian makro baik makro daerah maupun nasional.

Kegiatan jasa kemaritiman dan eksploitasi sumber daya alam hayati dan nonhayati secara langsung dalam jangka pendek dan jangka panjang dapat membawa dampak pencemaran lingkungan hidup dan perusakan keanekaragaman hayati. Pengelolaan terhadap kekayaan alam dari laut, sebagai masa depan kita dalam rangka Indonesia menuju poros maritim oleh karena itu kita harus menjaga kelestarian laut dari adanya sampah dilaut, Katanya.”

‘Perlu dilakukan pengelolaan ruang laut dan upaya strategis terhadap perlindungan lingkungan laut, menjaga lingkungan pesisir, pantai dan laut, dimana program utama kebijakan pengelolaan sumberdaya kelautan diantaranya pemanfaatan sumberdaya secara lestari, pelestarian keanekaragaman hayati laut melalui konservasi ekosistem, jenis dan genetik dan pengembangan pariwisata bahari berkelanjutan berdasarkan kearrifan lokal dan kelestarian lingkungan, agar nantinya dengan wisata bahari dan keindahan dan kebersihan pantai dan lingkungan pesisir dapat menarik turis baik dalam negeri maupun mancanegara dan ini akan meningkatkan devisa negara,’ ujarnya.

Asisten Deputi Budaya Seni dan Olahraga Maritim, Kosmas Harefa menuturkan bahwa penyelenggaraan ini sangat penting dan sangat memberi arti untuk nasional dan daerah agar daerah lebih maju lagi.

Penyelenggaraan Hari Nusatara dibanggai ini kami menganggap sangat penting karena momentum kegiatan ini sangat memberi arti bagi nasional dan daerah kami berharap agar banggai dapat lebih maju lagi kedepannya,” tuturnya.

Kosmas Harefa menambahkan komitmen pemerintah terhadap sampah sangat tinggi untuk kelestarian lingkungan serta peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Komitmen pemerintah daerah terhadap sampah baik itu dilaut maupun didarat serta peran dari masyarakat sendiri yang sangat peduli terhadap sampah,” Tambahnya.

Asdep Kosmas Harefa menghimbau agar kita bersama sama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga laut membersihkan sampah-sampahnya dan tidak membuang sampah sembarangan dilaut.

Mari kita semua gotong royong untuk melakukan penyelesaian membersihkan sampah-sampah dan tidak membuang sampah sembarangan dilaut, tutupnya.