Hindari Loss Profit, KUD Karya Tani Lakukan Replanting dengan Metode Ini

Ketua Koperasi bersama Badan Pengawas KUD Karya Tani dan Kepala Dinas TPHP Kamaludin saat menerima kunjungan Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS, Asisten Deputi Bidang Hortikultura dan Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan rombongan dari Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Sabtu (15/9). (Syarif HD)

MMC KOBAR - KUD Karya Tani, Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memiliki lahan kelapa sawit seluas 1.030 ha dengan jumlah anggota 515 orang. Tahun ini, KUD Tani Subur akan meremajakan tanaman kelapa sawit yang memasuki usia 25 tahun seluas 73 ha. Lahan 73 ha tersebut dimiliki oleh 35 orang pekebun anggota KUD Karya Tani.

Diungkapkan oleh Ketua KUD Karya Tani Sinpei pada saat menerima kunjungan dari Direktur Penghimpunan Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) beserta rombongan dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan Kementerian Koordinator Perekonomian pada Sabtu (15/9), bahwa pelaksanaan replanting tahap pertama ini mencakup luasan 73 hektar. Kemudian pada tahap kedua akan diusulkan 150 ha, tahap berikutnya 300 ha dan terus berlanjut sampai terpenuhi seluruh lahan kelapa sawit milik KUD Karya Tani yang memiliki luasan 1030 ha. Hal ini bukan tanpa alasan, beliau mengatakan jika semua pohon kelapa sawitnya diremajakan serentak dalam satu periode, maka selama 3 tahun tanaman belum menghasilkan (TBM), KUD Karya Tani tidak memiliki income untuk membiayai unit-unit usahanya maupun untuk membiayai perawatan kebunnya. Untuk menghindari terjadinya loss profit selama masa TBM tersebut KUD Karya Tani melakukan replanting secara bertahap.

(Baca Juga : Menko Perekonomian Tegaskan Ekonomi Indonesia Tumbuh Berkualitas)

Rentang waktu 3 tahun dari TBM sampai TM memerlukan sumberdaya yang tidak sedikit, sehingga perlu disiasati dengan melakukan replanting secara bertahap dan terencana dengan matang. Hal ini dilakukan agar proses replanting berjalan dengan baik, anggota tetap mendapatkan pemasukan, sekaligus KUD Karya Tani juga bisa bernapas dan bertahan selama proses replanting berjalan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kobar Kamaludin yang ikut mendampingi kunjungan dari Kemenko Perekonomian, Dirjenbun Kementan dan BPDPKS Pusat mengatakan, bahwa pola replanting yang diterapkan oleh KUD Karya Tani menunjukkan bahwa petani-petani yang menjadi anggota KUD Karya Tani sudah masuk kategori makmur. Dimana indikator petani yang makmur mencakup tiga hal, yaitu dompet tebal, badan sehat dan cerdas.

Indikator cerdas ini tercermin dalam perencanaan pola replanting yang dilakukan secara bertahap oleh KUD Karya Tani. Hal ini penting untuk menjadi percontohan bagi KUD-KUD lain di Kobar untuk dapat mengelola manajemen KUD secara modern dan perencanaan yang matang. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk mentransformasikan kemakmuran KUD kepada seluruh anggotanya.

Kepala Dinas TPHP menambahkan, pada tahap pertama ini direncanakan penanaman perdananya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Dan kita semua berharap bahwa pelaksanaan penanaman perdana ini dapat berjalan lancar dan sesuai rencana. Karena dengan kehadiran Presiden di tengah-tengah petani Kobar, akan memberikan spirit yang positif, terutama semangat petani untuk terus meningkatkan dan memperbaiki pola pemeliharaan perkebunan yang sesuai dengan syarat-syarat berkebun yang baik, yang diawali dari penanaman bibit yang berkualitas.

Terakhir, Kepala Dinas TPHP Kobar berharap bahwa program peremajaan yang sudah dimulai oleh KUD Karya Tani dapat diikuti oleh KUD-KUD lain di Kobar, sehingga target 1000 ha peremajaan sawit rakyat di Kobar dapat tercapai. (Syarif HD/ DTPHP)