Bupati Ajak Masyarakat Kobar Gunakan Tas Ramah Lingkungan dan Botol Tumbler

Para undangan berfoto bersama Bupati Kobar dengan membawa botol tumbler dan tas ramah lingkungan usai acara Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2019, (Minggu, 04/08/19). Foto: karlan08/dlh.kobar

MMC Kobar - Timbulan sampah plastik merupakan momok klasik dalam lajunya pertumbuhan negara yang sedang berkembang. Berdasarkan studi yang dirilis oleh Mckinsey & Co., dan Ocean Conservancy, Indonesia sebagai negara penghasil sampah plastik nomor dua didunia setelah Tiongkok.

Dalam rangka mengendalikan sampah plastik yang sangat sulit terurai tersebut Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) mendorong warga masyarakat Kabupaten Kobar untuk menggunakan Tas Ramah Lingkungan dan botol Tumbler, karena sampah plastik merupakan jenis sampah yang baru bisa terurai dalam waktu yang sangat lama dan menimbulkan dampak pencemaran yang berbahaya terhadap tanah, air, dan laut.

(Baca Juga : Standar Pelayanan Adalah Bagian Dari Reformasi Birokrasi)

Walaupun gerakan kendalikan sampah plastik yang sempat diusung dalam tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2018 yang lalu, namun isu sampah plastik ini masih cukup menggaung dan masih hangat dibicarakan oleh pemerintah, kalangan praktisi lingkungan hidup maupun penggiat lingkungan.

Seperti dikutip dari Media Indonesia bahwa di Indonesia timbulan sampah plastik mencapai 16% dari total sampah nasional. Persentase lebih besar bahkan terjadi di kota besar seperti DKI Jakarta yang mencapai 17%. Tren sampah plastik pun mengalami peningkatan dalam satu dekade, yaitu 11% pada 2005 menjadi 15% pada 2015.

Dari total timbulan sampah plastik tersebut, yang telah didaur ulang diperkirakan baru mencapai 10%-15%. Selain itu 60%-70% ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan 15%-30% sisanya belum terkelola atau terbuang ke lingkungan, terutama ke lingkungan perairan seperti sungai, danau, pantai, dan laut.

Data Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI setiap tahunnya Indonesia mengonsumsi 4,82 milliar botol plastik yang sekejap menjadi sampah dan hanya 7% sampah botol plastik yang bisa didaurulang.

Guna mengendalikan timbulan sampah plastik yang sebagian bersumber dari kantong kresek belanjaan dan penggunaan Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK), maka Bupati Kobar, Hj. Nurhidayah, S.H, M.H. dalam sambutannya pada kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kabupaten Kobar Tahun 2019 beberapa hari yang lalu, mengajak seluruh elemen lapisan masyarakat dari yang semula menggunakan kantong kresek belanjaan agar beralih menggunakan Tas Ramah Lingkungan (baca: Tas Purun) yang dapat digunakan berulang kali saat berbelanja.

Selain itu Bupati juga mengajak untuk menggunakan botol Tumbler sebagai pengganti botol minuman dari Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang menjadi salah satu penyumbang sampah plastik. Kemenko Bidang Kemaritiman, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah terlebih dahulu melakukan pencanangan Gerakan 1 Juta Tumbler pada 28 Juli 2019 lalu.

Sebagai bagian lanjutan gerakan kendalikan sampah plastik, Bupati Kobar membagikan secara simbolis Tas Ramah Lingkungan dan Botol Tumbler kepada beberapa perwakilan dari undangan yang hadir. Selain itu secara terpisah seluruh undangan yang hadir juga mendapatkan botol tumbler secara gratis dimana botol tumbler tersebut merupakan sumbangan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Kobar dan perusahaan lain melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang peduli dan mendukung upaya gerakan pengendalian sampah plastik.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kobar menyambut baik dan sangat mengapresiasi atas kepedulian beberapa perusahaan yang dengan sukarela menyumbangkan dana CSR-nya untuk gerakan tersebut sehingga dapat dibagikan sejumlah 650 Tumbler dan Tas Purun.

Terpisah saat ditemui pada Peringatan Hari Bumi dan Hari Lingkungan Hidup, Sekretaris DLH Kabupaten Kobar, Fitriyana, ST selaku Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kobar menerangkan 1 buah Tumbler dapat mencegah 4 sampah botol plastik perharinya.

Maka mari ubah hidup lebih baik dengan Gaya Hidup Sedikit Sampah dan menciptakan Generasi Bijak Plastik. Gerakan 1 Juta Tumbler merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Bersih 2020 yang sudah dicanangkan Pemerintah.

Semoga kedepan, makin bertambah dukungan dari perusahaan, penggiat lingkungan dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya mendukung gerakan pengendalian sampah plastik. Hal ini terlihat ini terlihat dengan sudah adanya gerakan Zero Waste dan gerakan penggunakan sedotan berbahan stainless yang tentunya dapat digunakan secara berulang-ulang. (karlan08/zik11/dlh.kobar)