UPJA Sungai Melawen Ikuti Pelatihan Operator Traktor Roda 4

Banu, Mat Yasin, Syahroni dan Samsul Hari, petani dari UPJA Maju Bersama Desa Sungai Melawen saat mengikuti praktik lapangan penggunaan traktor roda 4, Selasa (25/9). (Syarif HD/DTPHP)

MMC KOBAR - Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) selain menjadi solusi dalam mengatasi kebutuhan alsintan (alat mesin pertanian) bagi petani dalam mengolah lahan pertanian, pengairan, panen dan pasca panen, sekaligus juga untuk menjawab tantangan kelangkaan tenaga kerja di perdesaan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura (TPHP) kobar memberikan pelatihan  penggunaan traktor roda 4 kepada UPJA Maju Bersama Desa Sungai Melawen, Selasa (25/9).

Pelatihan keterampilan operator roda 4 ini melibatkan instruktur yang khusus didatangkan dari Yogyakarta. Menurut keterangan salah satu instruktur, Asep, petani di Kobar rata-rata sudah familiar dengan traktor roda 4, sehingga lebih mudah dalam memberikan materi.

(Baca Juga : Puji Kesiapsiagaan TNI Hadapi Bencana)

”Sekali diberikan pengarahan, mereka langsung mengerti dan bisa mempraktekannya dengan lancar”, ungkapnya.

Asep yang sering memberikan pelatihan di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat juga menambahkan bahwa kendala-kendala seperti seperti rusaknya mesin dibagian transmisi, cara pengoperasian yang salah, jarang sekali ditemui pada petani di Kalimantan, ”Khususnya di Kobar,” ungkapnya.

Menurut keterangan yang disampaikan Kepala Seksi Pupuk, Pestisida, Peralatan dan Mesin Pertanian, Noreti, pelatihan ini penting untuk meningkatkan keterampilan petani untuk memperkecil resiko kerusakan, dan dalam jangka panjang tentu akan mengurangi biaya perawatan. Noreti juga menyampaikan bahwa pada tahun ini traktor roda 4 ada 2 unit yang akan diserahkan kepada masyarakat melalui Brigade Alsintan dan UPJA, masing-masing diberikan 1 unit. Selain itu, Dia mengatakan hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian bersama adalah bahwa alsintan merupakan aset dalam sistem agribisnis, oleh karena itu diperlukan pendekatan sistem manajemen aset yang tepat, mulai dari perencanaan (pengadaan dan pemilihan), penggunaan sampai pada monitoring dan evaluasi pemanfaatan aset tersebut.

Noreti menambahkan, dari hasil monitoring yang dilakukan Dinas TPHP melalui Bidang Prasarana, Sarana dan Penyuluhan, UPJA Maju Bersama Desa Sungai Melawen sangat terarah dalam menggunakan mesin-mesin pertanian yang diberikan oleh Dinas TPHP Kobar. Ini terbukti dari progres luasan tanam hortikultura yang meningkat dalam 2 tahun terakhir. Pada tahun 2016 sebelum ada UPJA, lahan hortikultura dimiliki kelompok ini hanya 8 ha, setelah mendapat bantuan hand traktor dan dibentuk UPJA, terjadi peningkatan luasan tanam menjadi 30 ha di tahun 2018 ini.

“Ini menjadi catatan penting bagi kami, bahwa dengan adanya UPJA, bantuan alsintan lebih terarah, kelompok memiliki dana kas yang cukup untuk merawat alsintan, capaian luasan tanam yang meningkat dan yang lebih penting adalah semangat petani untuk kembali mengolah lahannya menjadi bangkit dan lebih semangat,” ujarnya.

Hal ini juga membuktikan bahwa tantangan kelangkaan tenaga kerja pertanian di Kobar sudah mulai teratasi dengan adanya bantuan alat pertanian modern.

“Kedepan tentu saja kami akan memberikan pelatihan-pelatihan yang lebih intensif kepada UPJA-UPJA lainnya, sehingga kemampuan petani dalam menggunakan alat pertanian modern lebih baik lagi dan merata bagi seluruh petani di Kobar,” pungkasnya menutup pembicaraan. (Syarif HD/DTPHP)