Upaya Respon Cepat Penanganan Karhutla, BPBD Kobar Adakan Kegiatan Pembinaan dan Pembentukan MPA

Pembekalan Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah Kelurahan Mendawai Seberang Kamis (23/6) lalu

MMC Kobar - Kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sudah sering terjadi di Kalimantan Tengah dan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) khususnya, menjadi perhatian khusus Pemerintah Pusat hingga ke daerah. Mengingat permasalahan ini mengakibatkan dampak yang luar biasa bagi lingkungan dan kesehatan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kobar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berada di wilayah rawan terjadi Karhutla. Kegiatan ini dimulai Kamis (23/6) di Aula Kantor Kelurahan Mendawai Seberang. Sebanyak 15 orang peserta mengikuti pembinaan tersebut.

(Baca Juga : "Kado" HPN 2021, Pemerintah Siapkan 5 Ribu Vaksin untuk Wartawan)

Pada kesempatan ini, Kepala Pelaksana BPBD Kobar Syahruni mengungkapkan bahwa pembentukan serta pembinaan MPA ini untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan masyarakat sebagai tembok pertama dalam pencegahan Karhutla di tiap wilayahnya.

"Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam pengendalian karhutla, baik penyiapan sarana prasarana sampai dengan penyiapan sumber daya manusianya. Melalui kegiatan pembinaan MPA ini, diharapkan keterlibatan masyarakat di daerah rawan bisa berjalan dengan baik dan memaksimalkan penanganan karhutla secara cepat dan tepat," terangnya.

Pemaparan tentang alat pemadam kebakaran dari personil Manggala Agni Daops Kalimantan III Pangkalanbun di Desa Keraya Sabtu (25/6).

Adapun materi pembinaan disampaikan oleh personil dari Manggala Agni Daops Kalimantan III Pangkalan Bun. Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Pahrul Laji mengungkapkan materi yang disampaikan terkait deteksi dini karhutla, pelaporan groundcheck, penggunaan GPS, penggunaan alat pemadam kebakaran, hingga pengenalan truk tanki supply.

"Untuk materi kami dibantu teman-teman dari Manggala Agni Daops Kalimantan III Pangkalan Bun yang juga berkompeten dalam hal penanganan karhutla. Harapannnya dengan kegiatan ini, para peserta dapat mengaplikasikannya dengan baik di lapangan, serta tercipta koordinasi yang baik ketika menjalankan kewajibannya," ujarnya.

Selain itu, BPBD juga memasang media publikasi di beberapa titik tentang waspada cuaca ekstrem berikut dengan nomor darurat yang bisa dihubungi ketika terjadi bencana.

Kegiatan pembinaan MPA ini direncanakan akan terus berlangsung di beberapa tempat. "Pada Sabtu (25/6) kami juga melaksanakan giat di Desa keraya, Kecamatan Kumai, dan rencana masih akan lanjut di Desa Teluk Bogam, Desa Pasir Panjang, dan Desa Kumpai Batu Atas," terang Pahrul. (bpbd kobar)

Personil BPBD Kobar memasang media publikasi waspada cuaca ekstrem di sela giat pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA)