Tingkatkan Kompetensi, Dispar Gelar Bimtek Kopi

Proses cupping pada kegiatan bimtek pengenalan dan pengolahan kopi tingkat dasar yang digelar oleh Dispar Kobar selama 2 hari, dari 19 hingga 20 September 2018 di Ponti Suri Cafe. Kegiatan ini melibatkan para pelaku usaha cafe, rumah makan dan restoran yang ada di Pangkalan Bun sebagai peserta. (Antonnyo Aram)

MMC KOBAR - Menjamurnya usaha cafe dan sejenisnya di Kota Pangkalan Bun dan sekitarnya disikapi oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dengan merangkul para pelaku usaha tersebut dalam kegiatan bimbingan teknis pengenalan dan pengolahan kopi tingkat dasar.  Kegiatan ini berlangsung pada 19 hingga 20 September 2018 di Ponti Suri Cafe, dan dihadiri oleh para pelaku usaha cafe, rumah makan dan restoran yang ada di Pangkalan Bun.

“Kopi itu menyajikan kebahagiaan,” ujar Kepala Dispar Kobar Wahyudi saat memberikan kalimat kunci dalam sambutannya yang disambut dengan aplaus dari para peserta.

(Baca Juga : DPRD Kobar Sepakati Ranperda SPBE)

Materi yang diberikan narasumber kepada peserta meliputi coffee from farm to cup, manual brew dan barista. Pada sesi praktik seduh kopi, para peserta diberikan materi pembuatan kopi yang dimulai dengan proses cupping atau mencicipi kopi, dilanjutkan dengan penyeduhan kopi secara manual menggunakan teknik V60, kemudian pembuatan espresso menggunakan mesin kopi. Materi terakhir adalah membuat coffee latte dengan bahan espresso dan susu segar yang melalui proses froothing.

"Kopi dapat menjadi peluang usaha dengan modal yang terjangkau. Dengan pendekatan yang tepat bisa  menjadikan kopi sebagai lifestyle," ujar Agung Yandifa salah seorang narasumber.

Antusiasme peserta terlihat dari ramainya diskusi dalam kegiatan ini, banyaknya peserta yang bertanya menjadikan kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini semakin menarik. Salah seorang peserta yang berasal dari Kedaiku, Ari mengatakan, “Kegiatan seperti ini diharapkan dapat diselenggarakan lagi kedepannya, agar kami juga sebagai pelaku usaha mendapatkan tambahan ilmu, dan forum ini dapat menjadi ajang silaturahmi sesama pelaku usaha".

Kegiatan ditutup dengan materi terakhir tentang standar usaha pariwisata bidang jasa penyediaan makanan dan minuman oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan SDM Pariwisata, Syahrulsyah. Sebagai pemateri terakhir beliau mengajak semua pihak untuk mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk mencapai usaha pariwisata yang memenuhi standar yang sudah ditetapkan. (Antonnyo Aram)