Telusuri Naskah Kuno, DPK Kobar Temukan Al-Qur’an Tulisan Tangan Berusia Ratusan Tahun

Tim DPK Kobar saat menelusuri Al-Qur'an tulisan tangan berusia kurang lebih 3 abad yang masih tersimpan rapi di Istana Mangkubumi Pangkalan Bun

MMC Kobar – Tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menelusuri Al-Qur’an tulisan tangan berusia ratusan tahun. Al-Qur’an tulisan tangan tersebut diketahui disimpan di Istana Mangkubumi di Jalan Pakunegara Pangkalan Bun.

Tim DPK Kobar yang terdiri dari Kasi Pelestarian Bahan Pustaka Mamat Ahadiat, Kasi Layanan dan Kerjasama Perpustakaan Zokhratus Safhidah, Kasi Pengolahan dan Pengembangan Koleksi Bahan Pustaka Imelda N. Pakpahan dan Petugas Administrasi Umum Linna Diana pada Kamis (2/9) mengunjungi Istana Mangkubumi untuk mengecek keberadaan Al-Qur’an yang diperkirakan berusia kurang lebih dari 3 abad.

(Baca Juga : Pemkab Kobar Serahkan Hasil Evaluasi AKIP kepada Seluruh Perangkat Daerah)

Dalam kunjungan ini, Tim penelusuran naskah kuno DPK Kobar diterima langsung oleh Keluarga Pangeran yakni Gusti Sulaiman selaku Pengelola Istana Mangkubumi. Kepada Gusti, Mamat Ahadiat menyampaikan bahwa maksud dari kunjungan ini adalah untuk menggali informasi terkait keberadaan naskah kuno yang tersimpan di Istana Mangkubumi.

“Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki program pelestarian koleksi nasional dan naskah kuno dengan kegiatan pelestarian naskah kuno daerah kabupaten/kota. Selain itu, sebagaimana disebutkan dalam UU Nomor 43 Tahun 2007 fungsi dari perpustakaan umum kabupaten/kota memiliki fungsi pelestarian naskah kuno nusantara,” terang Ahadiat.

Berdasarkan penjelasan Gusti, Al-Quran tersebut diketahui dibuat pada tahun 1753 M. Gusti juga mengungkapkan bahwa Al-Qur’an yang terdiri dari 4 Juz, yaitu juz 27 hingga Juz 30. Untuk menjaga Al-Qur’an tersebut dari kerusakan, Tim DPK Kobar telah melakukan pemindaian (digitalisasi) sebanyak 204 halaman.

“Tim DPK juga mendapatkan informasi terkait keberadaan naskah-naskah lain yang berbentuk tulisan tangan dan berbahasa arab melayu. Namun masih perlu peninjauan kembali dalam hal verifikasi jenis naskah kuno tersebut di Istana Mangkubumi,” ujar Ahadiat. (dpk kobar)