Sosialisasi Penyediaan Informasi Harga, Pasokan dan Akses Pangan Daerah Tingkat Produsen dan Pedagang

Ir. Poncoatmi Kastiyaningrum selaku Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan memaparkan pengelolaan sistem distribusi pada sosialisasi penyediaan informasi harga, pasokan dan akses pangan daerah tingkat produsen dan pedagang di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Arut Selatan pada Kamis, (27/6). (sinta/dkp kobar)

MMC Kobar - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) selenggarakan Sosialisasi Penyediaan Informasi Harga, Pasokan Dan Akses Pangan Daerah Tingkat Produsen Dan Pedagang di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Arut Selatan pada Kamis, (27/6). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian, pedagang dan petani.

Pada sesi pertama, Handerson Suandi selaku Kepala Seksi Harga Pangan mensosialisasikan sistem informasi harga. Pada kesempatan ini beliau menyampaikan latar belakang terselenggaranya penyediaan informasi harga, pasokan dan akses pangan daerah baik tingkat produsen maupun pedagang yang dilaksanakan oleh DKP Kobar saat ini berawal dari amanat UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

(Baca Juga : Upaya Penguatan Kelembagaan dan Pemberdayaan FPK, Badan Kesbangpol Gelar Silaturahmi dan Halalbihalal dengan FPK dan FKUB)

Diharapkan dengan adanya pemantauan terhadap berbagai potensi yang mempengaruhi terjadinya fluktuasi harga pangan strategis ini maka akan terbangun stabilisasi pasokan dan harga pangan strategis baik di tingkat produsen maupun konsumen terutama di wilayah Kobar.

Materi ini juga dikuatkan dengan pemaparan tambahan dari Furnadi, S.ST selaku enumerator tingkat produsen yang menjelaskan sistem informasi pangan yang mencakup pengumpulan, pengolahan, penganalisaan, penyimpanan dan penyajian serta penyebaran data dan informasi tentang pangan yang selama ini telah dilakukan.

Pada sesi berikutnya, Ir. Poncoatmi Kastiyaningrum selaku Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan memaparkan pengelolaan sistem distribusi. Beliau menyampaikan dengan adanya penyusunan sistem pemantauan pangan strategis secara berkala pada komoditas strategis pangan seperti beras, jagung, kedelai, gula pasir, minyak goreng, cabe merah, cabai rawit merah, bawang merah, bawang putih, daging sapi dan kerbau, daging ayam ras dan telur ayam ras yang selanjutnya dianalisis datanya oleh analis ketahanan pangan dengan instrumen tertentu maka akan tercipta stabilisasi pasokan dan harga pangan, distribusi pangan efektif efisien serta cadangan pangan yang kuat terutama di Kobar.

Meski pemaparan materi cukup panjang namun peserta antusias menanggapi pada sesi tanya jawab. Peserta yang sebagian besar merupakan petani mengeluhkan harga jual di tingkat produsen yang rendah namun harganya melonjak tinggi di tingkat konsumen. Selain itu mereka juga menanyakan apakah DKP bisa melakukan intervensi yang menjamin stabilitas harga di tingkat petani.

Menanggapi hal ini, Ir. Poncoatmi Kastiyaningrum menyampaikan bahwa DKP Kobar dengan tupoksinya berupaya mewujudkan ketahanan pangan dengan melakukan empat pelayanan dasar, yaitu ketersediaan dan cadangan pangan, distribusi dan akses pangan, penganekaragaman dan keamanan pangan serta penanganan kerawanan pangan.

“Adapun pencapaian standar minimal distribusi dan akses pangan dioperasionalkan melalui indikator ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan dan indikator stabilisasi harga dan pasokan pangan,” terang Ir. Poncoatmi.

Poncoatmi juga menambahkan bahawa untuk mencapainya maka diperlukan data harga pangan, pasokan pangan dan akses pangan yang dipantau dan dikumpulkan secara periodik oleh kabupaten sehingga dapat digunakan sebagai bahan analisis dan perumusan kebijakan.

“Jika dari hasil analisis yang dilakukan terjadi gangguan pada pasokan yang dapat mempengaruhi harga dan daya beli masyarakat terhadap pangan, maka pemerintah akan merespon dengan kebijakan yang bisa meredam gejolak sosial masyarakat. Jadi, peran DKP terutama adalah pada penyediaan data dan informasi kemudian menganalisisnya sehingga bisa dijadikan dasar kebijakan di bidang pangan bagi pimpinan,” jelasnya.

Untuk menjamin agar seluruh rumah tangga dapat memperoleh pangan dengan kuantitas dan kualitas cukup secara berkelanjutan memang tidaklah mudah. Tetapi dengan sinergisitas berbagai pihak, hal ini tentu bukanlah perkara mustahil untuk diwujudkan. Mari turut berperan membangun ketahanan pangan di Kobar. (sinta/dkp kobar)