Silaturahmi FPK dan FKUB Kobar

Foto bersama FPK dan FKUB Kobar di rumah Muhammad AR, Sabtu (27/07), saat kegiatan Silaturahmi dan Arisan rutin setiap bulan. (rakhman/kesbangpol)

MMC KOBAR -  Pada hari Sabtu (27/07) pukul 09.00 WIB, bertempat di rumah kediaman Muhammad AR, salah satu anggota Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Kotawarngin Barat (Kobar) di Jl. Malijo Kel. Madurejo, Pangkalan Bun telah dilaksanakan kegiatan Silaturahmi FPK dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kobar melalui kegiatan arisan tiap bulan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kobar.

Acara silaturahmi tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Kobar,  H. Mudelan, S. Sos, Ketua FPK Kobar, Pangeran Muasjidinsyah dan Ketua FKUB Kobar Drs. Abdul Kadir.

(Baca Juga : Dispar Kobar Sosialisasikan Standar Usaha Pariwisata)

Dalam sambutannya Drs. H. Sukirman yang merupakan Sesepuh FPK Kobar menyampaikan bahwa perlu pemahaman keberadaan FPK maupun FKUB perlu digalakkan, karena kerawanan-kerawanan dalam kita hidup berbangsa dan bernegara disebabkan dua hal yaitu kemungkinan terjadinya disintegrasi dan disorientasi.

"FPK dan FKUB adalah salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah dalam rangka antisipasi disintegrasi, sementara yang lain disorientasi juga dapat terjadi manakala disintegrasi berkembang," tutur mantan Wakil Bupati Kobar ini.

"Apa yang dimaksud disintegrasi? yaitu terpecah belahnya masyarakat karena perbedaan etnis, agama, suku, budaya dan sebagainya. Disorientasi adalah hilangnya kepercayaan rakyat pada pemerintah, fenomena ini sekarang muncul di tengah-tengah kita, ini yang perlu kita perhatikan sungguh-sungguh bagi kita semua terutama melalui forum-forum ini, sesungguhnya pemikiran kita harus kembali bagaimana hidup berbangsa dan bernegara,"jelas Drs. H. Sukirman.

Sementara itu ditempat yang  sama Drs. Abdul Kadir menyampaikan,bahwa pertemuan secara rutin FKUB ini sangat membantu toleransi umat beragama, karena didalam pertemuan inilah segala sesuatunya dapat diselesaikan permasalahan-permasalahan terutama yang akan mengganggu ketentraman di dalam kehidupan umat beragama baik secara intern, secara antar, begitupula kerukunan umat beragama dengan pemerintah, oleh karena itu segala kegiatan yang dilaksanakan untuk melaksanakan silaturahmi setiap bulan ini tentunya patutlah dipertahankan sehingga toleransi kerukunan umat beragama di Kobar berjalan dengan aman dan damai sehingga masyarakat hidup dengan tenang.

"Saya merasa bersyukur dan berterima kasih atas segala sesuatu yang kita laksanakan bersama dengan FPK sehingga segala sesuatu yang menyangkut kerukunan umat beragama maupun etnis semuanya bisa rukun, bersatu dan bermartabat,"ujarnya. (rakhman/kesbangpol kobar