RSSI Pangkalan Bun Adakan IHT Early Warning System bagi Profesional Pemberi Asuhan pada Pasien

Direktur RSSI dr. Fachrudidn bersama Ketua Pokja PAP dr.Untung Surapati, Sp. PD-KGH, dan dr.Mochtar Effendi selaku Ketua Panitia Kegiatan In House Training Early Warning System, jumat (23/12)

MMC Kobar - Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun menggelar pelatihan InHouse Training Hospital Early Warning System (EWS) di ruang pertemuan IGD lantai 3, Rabu (23/12). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur RSSI Pangkalan Bun Fachruddin. 

Peserta pada kegiatan ini berjumlah 32 yang terdiri dari dokter, perawat dan bidan yang ada di RSSI Pangkalan Bun.

(Baca Juga : Pemkab Kobar Turut Serta Dalam Penanaman Mangrove Nasional Bersama Jajaran TNI Wilayah Kobar)

Ketua Panitia Mochtar Effendi dalam laporannya menyampaikan, untuk memenuhi elemen penilaian pokja akreditasi, hari ini dilaksanakan IHT EWS yang mempelajari lebih dalam, dengan memecahkan beberapa kasus dan mengisi EWS di rekam medis. 

Sementara itu, Ketua Pokja Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) Untung Surapati menyampaikan, pelaksanaan EWS ini bertujuan agar pada saat kondisi pasien mengalami perubahan, penanganan lebih baik. 

“Materi IHT EWS yang akan disampaikan oleh dr.Ari Yuniarto, Sp.An kali ini langsung diisi dengan praktek pemecahan kasus dan pengisian rekam medis tentang penilaian nyeri. Sehingga dapat dilakukan pengambilan keputusan terkait dengan kondisi pasien saat itu juga," ujar Untung.

Dalam kesempatan ini, Direktur RSSI Pangkalan Bun Fachruddin turut menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh pegawai, karena mampu mempertahankan Akreditasi Rumah Sakit dengan Predikat Paripurna. 

“Hal ini murni dilengkapi seluruh elemen penilaian pada standar akreditasi KARS. Semua pegawai terlibat untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien dan hal ini akan membudaya pada semua pegawai,” pungkasnya. (rssi pbun)