Perbaikan Tahap Kedua, Akses Jalan melalui Jembatan Sungai Sintang Kembali Ditutup

Pemberitahuan Penutupan Akses melalui Jembatan Sintang Ruas Jalan Trans Kalimantan pada 4 Mei 2024, Jumat (03/05) - dishub kobar

MMC Kobar - Setelah dilakukan perbaikan tahap pertama yang sebelumnya dilaksanakan pada tanggal 20 April 2024, Jembatan Sungai Sintang akan kembali dilakukan perbaikan tahap kedua yang akan dilaksanakan pada Sabtu (04/05).

Sebelumnya, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Provinsi Kalimantan Tengah, telah mengirimkan surat nomor : PW.0402-Bb29.5/193 tanggal 2 April 2024 tentang Penutupan Total Sementara Arus Lalu Lintas Pada Jembatan Sungai Sintang Ruas Jalan Trans Kalimantan.

(Baca Juga : Sambut HUT ke-77 RI, Pemkab Kobar Gelar Pencanangan Gerakan Pembagian Satu Juta Bendera Merah Putih)

Menyikapi hal tersebut, Personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Personel dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kobar dan Personel Subdenpom XII/2-2 Pangkalan Bun akan kembali melakukan penutupan dan penjagaan seiring dengan perbaikan Jembatan Sungai Sintang.

Kepala Dishub Kobar melalui Kepala Bidang Angkutan Daniel P. Manurung pada Jumat (03/05) mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak kontraktor yang akan melaksanakan pekerjaan perbaikan Jembatan Sungai Sintang.

“Pihak Kontraktor mengkonfirmasi akan melaksanakan pekerjaan pengecoran lantai Jembatan Sungai Sintang tahap kedua pada hari Sabtu tanggal 4 Mei 2024. Untuk mendukung kelancaran pekerjaan tersebut, untuk sementara akses melalui Jembatan Sungai Sintang Ditutup,” jelas Daniel.

“Penutupan akses Jembatan Sungai Sintang akan dilakukan pada hari Sabtu (04/05/2024) mulai pukul 18.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB hari Minggu (05/05/2024). Pekerjaan pengecoran lantai jembatan akan menggunakan waktu lebih kurang selama 12 Jam,” tambahnya.

Dengan adanya penutupan akses melalui Jembatan Sungai Sintang tersebut, diimbau kepada para pengguna jalan yang ingin melintas bahwa untuk sementara arus lalu lintas dialihkan atau dapat menggunakan jalan alternative lainnya. (vgs/dishubkobar)