Pemkab Kobar Gelar Bimtek Penerapan Manajemen Risiko atas Penanganan Covid-19

Pemateri Bimtek saat memaparkan materi terkait penerapan manajemen risiko atas Penanganan Covid-19 pada Pemkab Kotawaringin Barat di Aula Inspektorat Kobar, Kamis (24/9/2020)

MMC Kobar - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Inspektorat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Manajemen Risiko Atas Program Penanganan Covid-19 di lingkungan Pemkab Kobar pada Kamis (24/9). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Inspektorat Kobar ini dibuka Plt Inspektur Kabupaten Kobar dan dihadiri oleh 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Plt Inspektur Kabupaten Kobar, Dwi Purnomo pada sambutannya meminta kepada peserta yang hadir yang mewakili masing-masing OPD untuk terus berkomitmen serta bekerjasama semaksimal mungkin dalam upaya pencegahan penyebaran serta penanggulangan wabah Covid-19 di Kabupaten Kobar.

(Baca Juga : Kobar Siap Menjadi Tempat Tujuan Wisata Bertaraf Internasional)

"Hadir di tengah kita Tim dari BPKP untuk mendampingi kita dalam menyusun manajemen risiko atas Penanganan Covid-19. Untuk itu kita harus menggunakan anggaran APBD yang tepat sasaran dan berdaya guna bagi masyarakat Kobar," ujarnya.

”Kami juga berterima kasih kepada BPKP yang menjadikan Kobar sebagai pilot project penerapan manajemen risiko atas Penanganan Covid-19, sehingga program penanganan Covid-19 yang bersumber dari APBD dengan fokus pada dampak terhadap kesehatan, jaringan pengaman sosial dan pemulihan ekonomi social akan berjalan lebih maksimal,” tambah Dwi.

Pengendali Teknis Tim BPKP, Cucu Supangkat dalam paparannya menyampaikan bahwa risiko adalah efek dari ketidakpastian terhadap pencapaian sasaran organisasi. “Penanganan risiko atas Penanganan Covid-19 berfokus pada tujuan yaitu tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu,” ungkap Cucu.

“Kami Tim ditugaskan oleh Kepala Perwakilan BPKP agar mendampingin bapak ibu untuk penerapan manajemen risiko atas Penanganan Covid-19, jadi jangan segan-segan untuk bertanya atau konsultasi kendala yang dihadapi,” pungkasnya. (itkab kobar)