MKKS SMA/SMK Kobar Selenggarakan Bimtek Penyusunan Modul P5 Kurikulum Merdeka

Pembukaan bimtek Penyusunan Modul P5 Kurikulum Merdeka Jenjang SMA/SMK se-Kobaryang dihadiri Kepala Dinas Dikbud Kobar Rustam Effendi, Selasa (31/1/2023).

MMC Kobar - Musyawarah Kelompok Kerja Sekolah (MKKS) SMA/SMK Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Modul P5 Kurikulum Merdeka, Selasa (31/1). Kegiatan yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pagkalan Bun tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rustam Effendi dan pengawas SMA se-Kabupaten Kobar.

Dalam sambutannya Rustam menyampaikan, kegiatan bimtek ini merupakan tindak lanjut atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor 56 Tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran (Kurikulum Merdeka) sebagai penyempurna kurikulum sebelumnya.

(Baca Juga : Penuhi Kebutuhan SDM Bidang Perhubungan Darat, Dishub Kobar Terapkan Pola Pembibitan PTDI - STTD)

“Satuan Pendidikan perlu mengembangkan kurikulum dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan kondisi satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Tujuan penyelenggaraan bimtek ini untuk memberi kemandirian sekolah dalam mengelola pendidikan dan pembelajaran guna meningkatkankan kualitas daya saing sesuai tuntutan kompetensi abad 21,” terang Rustam.

Menurut Rustam, kegiatan ini sangat relevan untuk dikerjakan agar guru memiliki kesiapan yang matang untuk menerapkannya pada tahun pelajaran baru.  

Peserta Bimtek MKKS jenjang SMA/SMK Kabupaten Kobar

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pangkalan Bun Ridwan, yang juga sebagai narasumber menjelaskan, secara substantif pelaksanaan kurikulum ini tidak jauh berbeda dengan pelaksanan kurikulum sebelumnya. Dimana implikasinya ditekankan kepada standar kompetensi, standar isi, standar proses, pembelajaran, profil pelajar, dan terakhir ada capaian pembelajaran.

“Yang menjadi persoalan, bagaimana menerapkan hal-hal tersebut di dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu perlu bimtek guna memperoleh arahan dan pandangan dari narasumber. Kurikulum ini akan diterapkan pada sekolah pada tahun ajaran 2022-2023,” terangnya.

Dalam paparannya, Ridwan membandingkan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka, serta pemaparan tentang hal-hal sederhana dan mendalam yang menjadi fokus dalam penerapan Kurikulum Merdeka.

Selain itu, Ridwan juga memberi semangat kepada para peserta bimtek agar selalu optimis dalam mempelajari dan mencoba hal-hal baru yang mendukung pembelajaran di kelas. (disdikbud kobar)