Distan Distribusikan Paket Konversi BBM ke BBG Pompa Air untuk Petani Kobar Tahun 2023

Foto petani penerima bantuan pompa air konversi BBM ke BBG di Gedung BLK, Senin (30/10)

MMC Kobar - Senin (30/10), Dinas Pertanian (Distan) distribusikan paket konversi BBM ke BBG Pompa air untuk petani Kobar Tahun 2023. Kegiatan distribusi kepada petani sasaran ini dilaksanakan selama sepekan sejak tanggal 26 Oktober hingga 1 November 2023 di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jalan Malijo Pangkalan Bun. 

Kegiatan dihadiri oleh tim dari Dinas Pertanian, Penyedia PT Draco Internasional dan Konsultan Pengawas, petani penerima bantuan serta penyuluh pertanian pendamping,

(Baca Juga : Coto Manggala Masuk Tiga Besar Makanan Tradisional Terpopuler pada API Award 2020)

Kepala Dinas Pertanian Kris Budi Hastuti menyampaikan bahwa program konversi BBM ke BBG merupakan salah satu program pemerintah dalam rangka mendukung pembangunan pertanian dengan berupaya memfasilitasi alat mesin pertanian bagi petani. 

“Program konversi BBM ke BBG adalah salah satu kebijakan pemerintah melalui program paket pompa air konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas untuk petani sasaran yang merupakan program kemitraan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI dengan Komisi VII DPR-RI,” tutur Kris.

Salah satu petani penerima konverter kit didampingi Penyuluh Pertanian

Kris menambahkan, program ini telah berjalan sejak tahun 2022 dan berlanjut di Tahun 2023, dan diusulkan kembali untuk Tahun 2024. “Tahun 2022 yang lalu, telah didistribusi paket pompa air ini kepada petani sasaran sebanyak 403 paket yang juga tersebar di 6 kecamatan, sehingga total paket yang dialokasikan di Kobar sudah 921 paket,” tambah Kris.

Hasil monitoring Dinas Pertanian ke lapangan bahwa satu tabung gas 3 kg digunakan untuk jangka waktu penyiraman 8-9 jam. Sedangkan apabila menggunakan bahan bakar bensin dengan jangka waktu 8-9 jam menghabiskan bensin sebanyak 9-10 liter. 

Dari segi biaya apabila menggunakan gas 3 kg dengan harga Rp23.000/tabung sedangkan menggunakan bensin dengan harga bensin Rp12.000/liter menghabiskan biaya sebesar Rp120.000, terdapat efisiensi biaya kurang lebih 65%. 

Paket yang diterima petani berupa 1 unit pompa air + 2 liter olie, 1 unit tabung LPG 3 kg berserta isinya, 1 set konverter kit dan asesorisnya (selang hisap, selang buang, regulator).

Sebanyak 518 paket didistribusikan kepada petani di 6 Kecamatan  Arut Selatan Sebanyak 154 petani, Kecamatan Kumai 78 petani, Kecamatan Kotawaringin Lama 61 petani, Kecamatan Pangkalan Banteng 93 petani, Kecamatan Pangkalan Lada 130 petani dan Kecamatan Arut Utara 2 petani sasaran.  

Salah satu petani penerima bantuan, Toto Sutanto, dari Poktan Sido Rukun Desa Kumpai Batu Bawah, menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan kepada petani. 

Alhamdulillah bagus sekali dan melihat petani yang sudah dapat Tahun 2022 lalu, Pompa Air BBM ke BBG lebih irit dari segi pemakaiannya,” terang Toto. Toto berharap dengan konversi BBM ke BBG ini pemerintah juga dapat membantu terkait kelangkaan dari bahan bakar gas. 

“Saat ini BBG ini yang agak sulit didapatkan. Harapannya ada tindak lanjut lagi dari pemerintah terkait kelangkaan BBG itu sendiri, sehingga kami petani mudah mendapat BBG dan bisa memanfaatkan bantuan ini dengan maksimal,” harap Toto.

Program konversi BBM ke BBG adalah salah satu program yang mendukung diversifikasi energi. Penggunaan energi bersih, murah, dan ramah lingkungan terus dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan ketahanan energi. 

Melalui bantuan pompa air konversi BBM ke BBG ini diharapkan para petani dapat memaksimalkan pemanfaatannya dan akhirnya dapat meningkatkan pendapatan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. (n2k/distankobar)

Toto Sutanto, Petani penerima konverter kit dari Poktan Sido Rukun Ds Kumpai Batu Bawah