BPBPK dan BPBD se Kalteng Koordinasi Kesiapan Bencana Selama Libur Lebaran 2022

Suasana Rapat Kesiapan TRC PB yang berlangsung pada Rabu (20/4) di Aula BPBPK Provinsi Kalteng

MMC Kobar - Memasuki libur panjang, Rabu (20/4) kemarin Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan Rapat Kesiapan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) Provinsi Kalteng dalam menghadapi bencana pada masa Libur Lebaran 2022.

Kegiatan yang berlangsung di Aula BPBPK Kalteng ini guna menindaklanjuti arahan Gubernur Kalteng terhadap upaya antisipasi penyebaran Covid-19, sekaligus memperhatikan perkembangan terkini mengenai kebijakan Libur Lebaran. 

(Baca Juga : Pekan Depan Pesawat Citilink Mulai Beroperasional di Pangkalan Bun)

Rapat persiapan tersebut dihadiri oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Kalteng, Pejabat pengawas lingkup BPBPK dan BPBD, serta stakeholder terkait. Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng Falery Tuwan menyampaikan beberapa hal terkait persiapan tersebut.

Berdasarkan data 19 April 2022, kasus aktif Covid-19 sebanyak 119 kasus, yang tersebar pada 12 kabupaten kota, dimana Kabupaten Barito Timur dan Kabupaten Sukamara sudah tidak ada kasus aktif. "Saat ini kita masih dalam masa pandemi yang kita alami sejak Maret 2020. Kita patut bersyukur bahwa kondisi Covid-19 saat ini relatif sangat terkendali.Yang dirawat di rumah sakit juga menurun," ungkapnya.

Meskipun demikian, imbuhnya, perhatian ektra masih harus diberikan terhadap upaya pencapaian target vaksinasi lansia yang capaiannya masih di bawah target. "Dan tentunya capaian target vaksinasi harus merata di seluruh wilayah kecamatan se-Provinsi," ujarnya.

Seluruh peserta Rapat Kesiapan TRC PB dalam menghadapi libur lebaran 2022 foto bersama usai kegiatan.

Selanjutnya terkait kebijakan memperbolehkan mudik lebaran, pemerintah juga menyepakati slogan mudik lebaran tahun 2022 yaitu “Mudik Aman Mudik Sehat" yang artinya warga berkewajiban untuk mudik dengan lancar dan aman. Namun di satu sisi, mudik kali ini juga harus sehat dengan cara tetap menjaga protokol kesehatan.

Hal berikutnya yakni kewaspadaan terhadap potensi bencana alam pada masa libur mudik lebaran. "Tanggung jawab lain yang harus dilaksanakan dalam masa libur dan mudik lebaran yaitu memberikan rasa aman dari ancaman bencana kepada seluruh masyarakat yang mudik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kobar Syahruni mengungkapkan bahwa setidaknya ada beberapa poin untuk kesiapan mengantisipasi bencana alam maupun non alam pada masa libur lebaran kali ini.

"Dari hasil rapat kesiapan TRC-PB, langkah-langkah yang harus disiapkan yakni peningkatan koordinasi dan keterpaduan dengan pihak terkait mengenai pengawasan mudik dan pelayanan Vaksin Covid, memantapkan pemetaan daerah rawan bencana pada jalur-jalur mudik dan tempat-tempat wisata dan mengkomunikasikan kepada masyarakat, dan mengaktifkan piket TRC PB untuk peningkatan respon bencana," terangnya. (bpbd kobar)