Wujudkan Distribusi Pupuk Tepat Sasaran, Bupati Kobar Launching Kartu Tani Pertama di Kalteng

Uji coba penggunaan Kartu Tani oleh petani, pemilik kios pupuk dan petugas dari BRI pada launching Kartu Tani, Kamis (9/7).

MMC Kobar - Untuk mewujudkan distribusi pupuk yang tepat sasaran, Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) melaksanakan Launching Kartu Tani pertama di Kalteng bagi para petani yang telah terdaftar di E-RDKK Tahun 2020 pada Kamis (9/7) di halaman kantor Bupati Kobar. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati, Ketua DPRD, kepala SKPD lainnya, Kepala Cabang BRI Pangkalan Bun, distributor pupuk bersubsidi , perwakilan petani dan Kepala Dinas TPHP beserta staf sebagai leading sektor.

Bupati Kobar, Hj Nurhidayah memberikan apresiasi pada program Kartu Tani ini, selain sebagai upaya mendukung percepatan kegiatan pembangunan pertanian, bahwa penyaluran pupuk bersubsidi yang bersumber dari dana APBN harus betul-betul dilaksanakan dengan transparan dan akuntabel. Sehingga dengan penggunaan Kartu Tani sebagai tindak lanjut dari rekomendasi BPK RI, KPK serta kementerian keuangan bahwa kebijakan penyaluran pupuk bersubsidi diarahkan pada penebusan pupuk bersubsidi berbasis e-RDKK dan selanjutnya dalam penyaluran pupuk bersubsidi harus  menggunakan kartu tani sehingga ke depan diharapkan pelaksanaan penyaluran pupuk bersubsidi dapat menjadi lebih baik dan tepat sasaran.

(Baca Juga : Presiden: Umat Islam Harus Jaga Persaudaraan, Persatuan, dan Kerukunan)

“Saya berharap dengan adanya kartu tani ini semoga dapat membantu mengatasi permasalahan dalam penyaluran dan penebusan pupuk bersubsidi,” tutur Hj Nurhidayah.

“Kepada Dinas TPHP saya berpesan agar melalui para petugas penyuluh lapangan dapat terus meningkatkan peran aktifnya dalam memotivasi petani untuk dapat memanfaatkan teknologi tepat guna dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian. Para penyuluh lapangan juga perlu membekali diri dengan peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang pertanian yang modern tanpa meninggalkan pengembangan pertanian yang telah berhasil guna dalam meningkatkan kesejahteraan para petani,” imbuhnya.

Dengan adanya kartu tani bagi petani di Kobar, diharapkan masyarakat petani tidak lagi kesulitan dan mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi, distribusinya juga tepat sasaran sehingga target produksi yang telah ditetapkan dapat tercapai dan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu, pada laporannya Kepala Dinas TPHP, Kamaludin menyampaikan bahwa penerima kartu tani adalah anggota kelompok tani yang telah terdaftar di e-RDKK. “Sebanyak 11.109 kartu tani telah disalurkan ke petani penerima pupuk yang tersebar di 6 kecamatan. Dari 18.285 petani sebanyak 60,75% telah menerima kartu tani,” papar Kamaludin.

Kartu tani ini pada prinsipnya bertujuan sebagai alat untuk penebusan dan pembayaran pupuk bersubsidi yang bekerja sama dengan BUMN yakni BRI, sebagai upaya mewujudkan distribusi pupuk bersubsidi yang sesuai dengan asas ‘enam tepat’ yaitu tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu dan tepat harga.

Dengan memiliki kartu tani, petani memperoleh beberapa keuntungan diantaranya pemegang Kartu Tani mendapat kepastian dalam memperoleh pupuk bersubsidi sebagai komponen penting dalam pertanian. Kartu Tani juga dapat digunakan oleh para petani pemegang kartu sebagai alat transaksi untuk membeli berbagai macam pupuk bersubsidi dan juga bisa digunakan untuk untuk mengakses layanan perbankan khususnya BRI sprti menabung, tarik tunai, transfer dan pembayaran kredit usaha, yang dapat diakses diseluruh unit kerja BRI maupun Agen brilink hal ini tentunya memudahkan para petani dalam mengakses layanan perbankan.

Pemegang kartu ini hanya bisa didapatkan oleh para petani yang telah melalui proses verifikasi terlebih dahulu dengan tujuan agar kartu ini dapat tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Keuntungan memiliki kartu ini adalah mendapatkan layanan transaksi secara khusus, sehingga tidak berbelit-belit dan lebih mudah. (dinas_tphp)