Tingkatkan Cakupan Pelayanan KB, Dinas P3AP2KB Kobar Adakan Rapat Pembinaan Pelayanan KB Faskes

Kegiatan Rapat pembinaan Pelayanan KB bagi Fasilitas Kesehatan di Aula Dinas P3AP2KB Kabupaten Kotawaringin Barat pada kamis (11/5)

MMC Kobar - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyelenggarakan kegiatan Rapat Pembinaan Pelayanan KB bagi Fasilitas Kesehatan di Aula Dinas P3AP2KB Kamis (11/5)

Dihadiri oleh 32 peserta dari faskes, kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Kotawaringin Barat yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Arbani Taufik. Dalam Sambutanya Arbani menyampaikan agar seluruh faskes dan jejaring yang hadir dapat bersama-sama membantu dalam pelaporan penginputan pelayanan KB rutin pada Aplikasi New SIGA dan juga pelaporan keluar masuk nya alat kontrasepsi (Alokon) yang terdapat di faskes pada Aplikasi Stokku.

(Baca Juga : Pertemuan Lokakarya Mini Lintas Sektor Wilayah Kerja Puskesmas Runtu)

“Data tersebut nantinya akan dipantau langsung oleh BKKBN dalam pengisian dan pemanfaatanya,” kata Arbani.

Dalam kegiatan disampaikan tentang cakupan laporan Pelayanan KB rutin di faskes dan jejaring sampai dengan bulan April 2023, dan sosialisasi aplikasi gudang untuk oper aplikasi Stokku Faskes yang berguna untuk mengetahui jumlah Stok Alokon yang dimiliki Faskes. Serta Aplikasi New Siga yang berguna untuk pelaporan pelayanan KB yang di laksanakan  di Faskes.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Keluarga Berencana  Jamin Ginting menyampaikan, cakupan laporan rutin pelayanan KB di Aplikasi New SIGA sangat rendah, sehingga mendapatkan evaluasi dari BKKBN Propinsi Kalimantan Tengah melalui kegiatan Radalgram Maret Lalu.

“Diharapkan dengan adanya pertemuan kali ini, maka hasil cakupan laporan pelayanan KB Kabupaten akan meningkat,” ucap Jamin Ginting.

“Dengan Adanya Aplikasi Stokku Faskes diharapkan dalam pelaporan pendistribusian alokon ke faskes dan jejaring akan bisa tertata dengan rapi dan tidak ada selisih dengan jumlah pelayanan KB yang dilaporkan. Dan juga jumlah alokon yang distribusikan ataupun yang digunakan oleh faskes dan jejaring untuk pelayanan KB,” jelas Jamin Ginting. (dp3ap2kb-kobar)