Sosialisasi P2KTD Dan Rakor TIK  Program Inovasi Desa Kabupaten Tahun 2019

MMC Kobar - Dinas PMD melalui Bidang Kelembagaan Perkembangan Desa dan Pelayanan Sosial Dasar menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) dan Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) di Aula Hotel Andika selama 2 hari mulai tanggal 19 s/d 20 Juni 2019. Kegiatan yang dibuka oleh Staf Ahli Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Jahotler Lumban Gaol, S.E., ini merupakan salah satu bentuk kegiatan Program Inovasi Desa (PID) Tahun Anggaran 2019.

Program Inovasi Desa merupakan salah satu upaya Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI untuk meningkatkan Kapasitas Desa sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dalam mengembangkan rencana dan melaksanakan pembangunan Desa secara berkualitas agar dapat meningkatkan produktifitas rakyat dan kemandirian ekonomi serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya  saing. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Desa mampu menerapkan Program Inovasi Desa dan Inovasi Kreatif di desa dapat ditingkatkan.

(Baca Juga : Tingkatkan Kapasitas Tim Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting, Bappeda Gelar Sosialisasi dan Bimtek Aksi 1 dan Aksi 2 Stunting)

Dalam sambutanya Staf Ahli Ekonomi keuangan dan Pembangunan menyampaikan bahwa Program Inovasi Desa mampu menumbuhkan inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif. 

“Program  Inovasi Desa merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan Dana Desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas  dan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Johatler juga menambahkan bahw Program Inovasi Desa dirancang untuk mendorong dan memfasilitasi penguatan kapasitas Desa yang diorientasikan untuk memenuhi pencapaian target, melalui peningkatan produktivitas perdesaan dengan bertumpu pada beberapa hal.

Pertama, pengembangan ekonomi lokal dan kewirausahaan, baik pada ranah pengembangan usaha masyarakat, maupun usaha yang diprakarsai Desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesa Bersama), serta Produk Unggulan Desa (Prudes) dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) guna menggerakkan dan mengembangkan perekonomian Desa.

Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kaitan antara produktivitas  perdesaan dengan kualitas SDM ini, diharapkan terjadi dalam jangka pendek maupun dampak signifikan dalam jangka panjang melalui investasi  di  bidang pendidikan dan kesehatan dasar.

Ketiga, pemenuhan dan peningkatan infrastruktur perdesaan, khususnya yang secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan perekonomian Desa, dan memiliki dampak menguat-rekatkan kohesi sosial masyarakat perdesaan.

Dalam kesempatan yang sama Plh. Kepala Dinas PMD Kabupaten Kobar, Teguh Winarno, AP juga menyampaikan bahwa bursa inovasi desa yang akan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) di masing-masing kecamatan harus menghasilkan rekapitulasi dari kartu ide dan kartu komitmen yang dituliskan oleh masing-masing kepala desa dan ketua bpd.

“Kepada kepala dinas, camat, P2KTD dan TPID mohon bantuan dan kerjasamanya untuk dapat mendampingi dan mengkomitmenkan apa yang sudah ditulis dalam kartu komitmen agar dilaksanakan dan dianggarkan dalam apbdes tahun 2020,” kata Teguh. (dpmd kobar)