Pemkab Kobar bersama Kemendagri Lakukan Koordinasi Pembinaan Kompetensi ASN

Pj. Bupati Kobar, Budi Santosa, menyerahkan cendera mata kepada Tim dari Kemendagri

MMC Kobar - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan koordinasi pembinaan, monitoring dan evaluasi kompetensi manajemen kepemimpinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar). Tim dari Kemendagri di pimpin langsung oleh Plh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan BPSDM Kemendagri, Tutik Lestari. 

Kegiatan ini diselenggarakan Senin (5/2), bertempat di aula Sangga Banua Sekretariat Daerah dan dihadiri 80 pejabat administrator, pengawas dan pengelola kepegawaian OPD se-Kotawaringin Barat.

(Baca Juga : Kasatpol PP dan Damkar Ingatkan Bahaya Kebakaran Saat Perayaan Nataru)

Dalam pemaparannya, Tutik Lestari menyampaikan tujuan kedatangan mereka ke Kobar adalah untuk melakukan audiensi terhadap kegiatan pembinaan kompetensi pemenuhan pengembangan kompetensi ASN sebagaimana yang diamanatkan Undang-undang. Selain itu juga untuk memastikan pengembangan kompetensi sesuai dengan kebutuhan daerah dan arah kebijakan nasional.

Menyinggung visi menuju Indonesia Emas 2045 dan RPJPN 2025 – 2025, Tutik menjelaskan bahwa salah satu prasyarat utamanya adalah tersedianya SDM berkualitas. Sebagai ASN, yang dimaksud dalam kategori berkualitas yaitu ASN yang unggul, berkompetensi tinggi dan berdaya saing. Untuk memperoleh ASN yang berkualitas, dapat dilakukan melalui pengembangan kompetensi secara tepat dan berkelanjutan. 

“Maka sesuai dengan UU ASN yang baru, setiap ASN wajib melakukan pengembangan kompetensi,” tegas Tutik.

Pj Bupati Kobar Budi Santosa menyambut baik kegiatan koordinasi ini. Budi Santosa berterima kasih kepada tim dari Kemendagri yang bersedia datang langsung untuk beraudiensi dengan ASN di Kotawaringin Barat. 

Tidak banyak yang disampaikan, Budi Santosa hanya mengingatkan bahwa perubahan era yang begitu cepat membawa paradigma baru yang menuntut penyesuaian termasuk dalam hal kualitas pelayanan publik. Dalam menghadapi hal tersebut ASN diharapkan mampu beradaptasi terhadap penyesuaian tersebut. Salah satu caranya adalah dengan terus mengembangkan kompetensi. 

“Hanya dengan cara inilah pemerintahan yang efektif dan berkualitas dapat dicapai,” ujar Budi Santosa. (bkpsdm kobar)