KPU Kobar Sosialisasikan UU Pemilu

Ketua KPU Kobar Chaidir (kiri) bersama Kabagops Polres Kobar (kanan) AKP Ritman Todoan Agung Giltom S.I.K dalam acara sosialisasi UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu di Aula Carnavy Polres Kobar, Senin (17/9). (Ervan Setianto)

MMC KOBAR, KPU KOBAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotawaringin Barat (Kobar) menyosialisasikan UU No 7  Tahun 2017  tentang Pemilihan Umum di Aula  Carnavy Polres Kobar, Senin (17/9). Kegiatan ini merupakan  rangkaian latihan pra-operasi Mantap Brata Telabang 2018 Polri untuk mengamankan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019.

Kegiatan ini dibuka oleh Kabagops Polres Kobar AKP Ritman Todoan Agung Giltom S.I.K.. Dalam sambutannya, Kabagops Polres Kobar menekankan pentingnya koordinasi antar personel untuk pengamanan pelaksanaan Pemilu 2019. “Jadi kesiapan dan kesigapan dalam pengamanan sangat penting dilakukan mengingat terbatasnya jumlah personel Polres Kobar saat ini,” jelasnya.

(Baca Juga : Menghadapi new normal, Dispar Kobar membuat video protokol hotel dan penginapan sesuai tatanan normal baru produktif dan aman covid-19)

Senada, Ketua KPU Kobar Chaidir mengatakan, Pemilu tahun 2019 adalah Pemilu serentak untuk memilih anggota DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPD, DPR RI serta Presiden dan Wakil Presiden. Dalam perhitungan suara dan distribusi logistik memang berbeda dengan Pemilu sebelumnya.

“Misalnya, untuk  perhitungan surat suara calon Anggota DPRD Kabupaten Kobar saja, kita perkirakan dan simulasikan membutuhkan waktu 2 jam di setiap TPS. Sedangkan untuk Pemilu 2019 nanti, sama kita ketahui ada 5 jenis suara, jadi akan memerlukan waktu lebih lama lagi. Kemudian untuk distribusi logistik Pemilu 2019, jumlah TPS mencapai 811 yang tersebar di wilayah Kabupaten Kobar. Bagaimana semua teknis pengamanan nantinya akan kita koordinasikan lebih lanjut dengan Polres Kobar,” terangnya.

Dia pun menambahkan, saat ini di media sosial juga sudah ramai memberitakan berbagai tagar Pemilu 2019, walaupun secara resmi untuk masa kampanye secara nasional baru akan dimulai pada tanggal 23 September 2019 mendatang.

“Yang jelas semua konten tentang Pemilu 2019 harus dicermati secara seksama, mana yang hoax mana yang fakta, jangan sampai yang hoax-hoax ini dapat mengganggu, meresahkan dan memecah belah persatuan, khususnya untuk masyarakat Kobar,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, peran Polres Kobar disini adalah sebagai penegak hukum dan pengayom masyarakat. Sehingga dapat bersinergi dengan KPU Kobar untuk ikut serta mensukseskan Pemilu 2019 yang aman, bersih dan damai. (Ervan Setianto/Humas Diskominfo Kobar)