Kabupaten Kobar Masuk Nominasi AMPL Award Tahun 2022

MMC Kobar - Dalam mengapresiasi upaya pemerintah kabupaten/kota dan kelompok masyarakat yang telah berkinerja baik dalam pencapaian target air minum dan sanitasi aman, serta memiliki terobosan inovatif yang nyata dan berkelanjutan dalam mendukung percepatan pembangunan air minum dan sanitasi aman di daerahnya, pemerintah mencanangkan untuk memberikan penghargaan berupa AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) Award 2022. Penghargaan ini merupakan bagian dari kegiatan Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) Tahun 2022

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) masuk dalam nominasi 14 besar Pemerintah Daerah Sektor Sanitasi dalam AMPL Award Tahun 2022. Untuk itu dilakukan Penilaian dan Verifikasi Kegiatan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

(Baca Juga : Bupati Hj Nurhidayah Serahkan DIPA dan TKKD Tahun Anggaran 2022)

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring di ruang rapat Setda pada Rabu (27/4). Adapun perwakilan dari Pemkab Kobar dipimpin oleh Sekda Suyanto didampingi Kepala Bappeda dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Perhubungan dan Bagian Administrasi Pembangunan Setda.

Adapun tujuan dari AMPL Award ini diantaranya adalah untuk memberikan reward/penghargaan kepada Pemerintah Daerah dan kelompok masyarakat yang melakukan insiatif terbaik dalam pembangunan AMPL di daerahnya, mengangkat inovasi daerah dalam pembangunan AMPL sebagai referensi dalam kegiatan horizontal learning program AMPL antar daerah, dapat menjadi rujukan bagi daerah lainnya dalam rangka pembelajaran pembangunan AMPL yang efektif dan efisien serta berkelanjutan, serta untuk membangun semangat kompetisi antar pelaku AMPL dalam mendukung program-program yang telah dicanangkan.

Dalam paparannya Suyanto menjelaskan bahwa Kabupaten Kobar telah melakukan beberapa inovasi dalam mendukung program penyehatan lingkungan. “Seperti Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) melalui Gerakan Nol Jamban, adanya aplikasi berbasis android Gosan untuk memonitoring Dokumen SSK, Desa STBM Smart 5 Pilar pertama di Kalteng, Teknologi Tepat Guna (TTG) air limbah domestik melalui Gentong Mas Santun dan RPS di bantaran sungai, dan Water Front City sungai arut,” terang Suyanto. (humas bappeda)