Dukung Integrasi Ternak Kerbau dan Sawit, Distan Kobar Berikan Layanan Kesehatan Hewan di Desa Runtu
- penulis Dinas Pertanian Kobar
- Kamis, 13 Februari 2025
- dibaca 97 kali

MMC Kobar – Dalam upaya mendukung program integrasi ternak kerbau dengan perkebunan kelapa sawit, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memberikan layanan kesehatan hewan bagi ternak kerbau di Desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan, pada Kamis (13/02).
Layanan ini bertujuan untuk memastikan kesehatan dan produktivitas ternak yang dipelihara di areal perkebunan kelapa sawit, sehingga dapat mendukung keberhasilan pola integrasi ternak-sawit yang tengah dikembangkan.
(Baca Juga : Gelar Pasar Murah, Disperindagkop UKM Kobar Siapkan 5.000 Paket Sembako)
Tim kesehatan hewan Distan Kobar, yang dipimpin oleh Kabid Keswan Kesmavet, Hotni Afrita Purba, melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan, pemberian terapi suportif, serta distribusi disinfektan kepada warga. Selain itu, peternak juga mendapatkan edukasi mengenai manajemen kesehatan ternak, pencegahan penyakit, serta pemberian pakan berkualitas.

"Kesehatan ternak merupakan faktor penting dalam keberhasilan program integrasi ini. Kerbau yang sehat akan lebih produktif dan mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan perkebunan sawit," ujar Hotni saat melakukan kunjungan ke Desa Runtu.
Program integrasi ternak kerbau dan perkebunan sawit menawarkan berbagai manfaat bagi petani dan peternak, di antaranya :
- Pemanfaatan Lahan Sawit
Kerbau membantu mengendalikan gulma secara alami, sehingga mengurangi biaya pemeliharaan lahan.
- Peningkatan Ketersediaan Pakan
Limbah perkebunan sawit, seperti pelepah dan bungkil inti sawit, dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak berkualitas.
- Pupuk Organik Alami
Kotoran kerbau dapat digunakan sebagai pupuk organik yang meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas sawit.
Kepala Distan Kobar, Kris Budi Hastuti, berharap layanan kesehatan hewan ini dapat membantu peternak di Desa Runtu dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak mereka. Dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak, sistem integrasi kerbau-sawit ini diharapkan dapat menjadi model pertanian dan peternakan berkelanjutan di Kobar.
"Jika program ini berhasil, maka Desa Runtu bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sistem pertanian dan peternakan yang lebih efisien serta ramah lingkungan," tutup Kris Budi Hastuti.
