DLH Kobar Kembali Sosialisasikan Bank Sampah bersama Ibu-Ibu Bhayangkari Pangkalan Bun

Kolase: Kegiatan Sosialisasi Bank Sampah pada Acara Pertemuan Rutin Bulan dan Arisan Bhayangkari Cabang Pangkalan Bun (23/03/2019). (kn08/dlhkobar)

MMC Kobar - Dinas Lingkungan Hidup kembali melakukan Sosialisasi Bank Sampah, kali ini bersama Ibu-ibu Bhayangkari Cabang Pangkalan Bun dalam Acara Pertemuan Rutin Bulanan dan Arisan di Aula Bhayangkari Cabang Pangkalan Bun, Sabtu (23/03/2019).

Dalam kegiatan tersebut DLH Kobar bersama mitra DLH Kobar Bank Sampah Berkah Jaya Plastindo diundang sebagai narasumber untuk mengisi acara sosialisasi bank sampah dengan mengambil tema "Sampah Menjadi Berkah"

(Baca Juga : Pemkab Kobar dan DPRD Sepakati Bahas Lebih Lanjut Ranperda Terkait Pelayanan Kesehatan Tradisional)

Kegiatan sosialisasi bank sampah ini adalah merupakan program dari DLH Kobar bekerjasama dengan mitra DLH Kobar Bank Sampah Berkah Jaya Plastindo yang terus melakukan sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat.

Dalam paparannya, Direktur Bank Sampah Berkah Jaya Plastindo, Akh. Syamsul Arifin mengatakan bahwa Bank Sampah ini bertujuan sebagai wadah bagi masyarakat dan ibu-ibu untuk dapat mengembangkan kreativitasnya dengan harapan dari sampah menjadi berkah. 

"Tujuan dari bank sampah ini sebagai menjadi momentum awal membina kesadaran kolektif masyarakat untuk mulai memilah, mendaur ulang dan memanfaatkan sampah guna membangun lingkungan yang lebih baik sekaligus membangun ekonomi", jelas beliau. 

Selain mengolah hasil daur ulang sampah yang mempunya nilai ekonomis, bank sampah nanti juga bisa menyediakan sembako bagi nasabahnya. 

Bank sampah ini nantinya akan memiliki banyak nasabah seperti perbankan pada umumnya. Dia juga berharap dengan adanya bank sampah ini dapat menyadarkan masyarakat arti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan peluang sampah menjadi uang yang berkah. 

Demikian pula apa yang disampaikan oleh Kepala Seksi Penanganan Sampah DLH Kobar, Sudaryati mengatakan bahwa paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru yakni memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan. 

"Bank sampah merupakan strategi dalam mengembangkan dan membangun kepedulian masyarakat agar dapat berkawan dengan sampah dan bukan menjadikannya sebagai lawan", lanjut penjelasan beliau.

Dalam kesempatan terpisah, menurut Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kobar, M. Robiannor mengatakan bahwa sosialisasi bank sampah yang diserukan selama ini adalah merupakan salah satu bentuk komitmen DLH Kobar dalam hal pengelolaan sampah yang bersinergi dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat dan dalam target jangka pendek akan segera didirikan 100 Unit Bank Sampah yang berada di tiap-tiap sekolah binaan Adiwiyata dan Rukun Tetangga (RT) sebagai perpanjangan tangan Bank Sampah Induk sehingga program pengelolaan sampah menjadi berkah dapat diikuti oleh seluruh elemen lapisan masyarakat. (kn08)