Dinkes Kobar Adakan Pertemuan Koordinasi dan Validasi Data Program TB-HIV

Narasumber dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kobar dr. Jhonfery Sidabalok, MARS saat menyampaikan paparan kepada peserta Pertemuan Koordinasi dan Validasi Data Program TB - HIV Tingkat Kabupaten Kobar Tahun 2022 di aula Dinkes Kobar, selasa (28/06)

MMC Kobar - Dalam rangka mengevaluasi dan memvalidasi data program Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggelar pertemuan Koordinasi dan Validasi Data Program TB-HIV Tingkat Kabupaten Kobar Tahun 2022 di aula Dinkes Kobar, Selasa (28/06).

Pertemuan ini menghadirkan narasumber dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kobar dr. Rizki Nur Amalia, Sp.P dan dr. Jhonfery Sidabalok, MARS. Peserta yang hadir merupakan pengelola program TB dan HIV Puskesmas se-Kobar dan Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

(Baca Juga : Dispursip Kobar Selenggarakan Lomba Menggambar Tingkat SD/MI se-Kabupaten Kobar dan Beauty Demo)

Kepala Dinkes Kobar Achmad Rois mengatakan tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menganalisis kinerja pengendalian program Tuberkolosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Karena kedua penyakit ini terus meningkat sehingga perlu diperhatikan secara instensif dan amati dengan baik.

“Epidemi HIV menunjukkan pengaruhnya terhadap peningkatan epidemi TB di seluruh dunia yang berdampak pada meningkatnya jumlah kasus TB di masyarakat. Epidemi ini merupakan tantangan terbesar dalam pengendalian TB dan banyak bukti menunjukkan bahwa pengendalian TB tidak akan berhasil dengan baik tanpa keberhasilan pengendalian HIV," kata Rois.

Sebaliknya, lanjut Rois, TB merupakan infeksi oportunistik terbanyak dan penyebab utama kematian pada Orang Dalam HIV-AIDS (ODHA). Kolaborasi kegiatan bagi kedua program merupakan keharusan agar mampu mengendalikan kedua penyakit tersebut secara efektif dan efiisien.

“Dengan diadakannya pertemuan ini diharapkan terkoordinirnya pencatatan dan pelaporan pengelola program TB dan HIV. Kemudian dianalisis penyebab manajerial, kendala teknis nya. Sehingga cakupan SPM kita di kedua pengendalian penyakit ini bisa maksimal 100%,” jelas Achmad Rois. (dinkeskobar)

(Foto Bersama) - Pertemuan Koordinasi dan Validasi Data Program TB - HIV Tingkat Kabupaten Kobar Tahun 2022 di aula Dinkes Kobar, selasa (28/06)