Banjir Aruta, Tempat Wisata Hingga Akses Jalan Penghubung Terendam

Kondisi jalan penghubung Desa Riam ke Desa Panahan terendam banjir saat personil melakukan groundcheck pada Senin (13/3) kemarin

MMC Kobar - Menanggapi laporan dari masyarakat terkait banjir di wilayah Kecamatan Arut Utara, Senin (13/3) personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meninjau lokasi kejadian. Dari pantauan lapangan, Desa Riam hingga Desa Panahan terdampak kenaikan tinggi air.

Hujan yang terus mengguyur sejak beberapa hari yang lalu mengakibatkan aliran Sungai Arut di kedua desa mengalami kenaikan volume hingga berdampak pada beberapa akses jalan. 

(Baca Juga : Pemkab Kobar Dorong Pembangunan melalui Pendekatan Pemekaran Desa dan Kelurahan)

“Dari hasil pemantauan kami, diketahui debit air mulai meninggi sejak Jumat (10/3) lalu,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar Martogi Siallagan.

Untuk di Desa Riam, lanjut Martogi, wilayah sekitar bantaran sungai terdampak dengan kenaikan kurang lebih 40 hingga 50 cm. “Di sini area wisata Riam Sebarai dan jalan utama, tepatnya jalur awal masuk desa terendam. Kemudian akses jalur dari Desa Riam menuju Desa Panahan terputus dengan ketinggian air 40 hingga 115 cm,” terangnya.

Kondisi tempat wisata di Desa Riam yang sudah terendam banjir pada Senin (13/3) kemarin

Kemudian untuk Desa Panahan dari hasil pemantauan mengalami penurunan debit air sekitar 40 cm. “Untuk sementara kondisi di Desa Panahan masih aman. Selanjutnya tetap akan kami pantau beberapa wilayah di Kecamatan Arut Utara. Karena untuk wilayah terdampak banjir sebagian besar disana,” ungkapnya.

Martogi menambahkan, selain dua desa tersebut, RT.01 Kelurahan Pangkut mulai terdampak dengan ketinggian sekitar 30 cm atau setinggi lutut orang dewasa. Informasi terbaru, Hari ini, Selasa (14/3) terpantau di Desa Gandis ketinggian air dari jalan kurang lebih 40 cm. 

“Info awal ada empat rumah yang sudah terendam banjir setinggi 20 hingga 35 cm dari atas lantai rumah. Namun masih akan kami kroscek dulu dan dipantau untuk wilayah ini,” ujar Martogi. (bpbd kobar)