Albumin, Produk Baru Kobar yang Jadi Daya Tarik Pemkot Palangkaraya

Perwakilan Pemerintah Kota Palangka Raya saat melihat praktek pembuatan albumin ikan gabus di lokasi sentra pengolahan Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat (16/10)

MMC Kobar - Albumin (Sari Pati) adalah salah satu kandungan dalam ikan gabus yang sangat tinggi khasiatnya bagi kesehatan manusia. Produk produk albumin sebelum menjadi produk modern telah menjadi salah satu kearifan lokal dalam penyembuhan luka pada kebiasaan masyarakat di pangkalan Bun. Dalam perkembangannya produk-produk albumin menjadi produk yang sangat tinggi permintaannya dimasyarakat.

Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai salah satu sentra produk olahan dan diversifikasi olahan hasil perikanan sering menjadi daerah kunjungan studi komparatif bagi daerah lain di Provinsi Kalimantan Tengah.

(Baca Juga : Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Pandemi Covid-19, Pemprov Kalteng Siapkan 50 Miliar Rupiah)

Pada kesempatan kali ini, Jumat (16/10) Pemerintah Kota Palangkaraya yang dipimpin oleh Assisten II Pemkot Palangkaraya melaksanakan studi komparatif pada poklahsar Jaya Bersama binaan Diskan Kobar yang memproduksi Albumin ikan gabus di Desa Sungai Kapitan Kecamatan Kumai.

Dalam keterangan singkatnya Kepala Diskan Kota Palangka Raya Indriarti Rita Dewi menjelaskan pelaksanaan kunker ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Perikanan Kota Palangka Raya bulan Juli yang lalu.

“Kegiatan Kunker ini betujuan menjadi pembelajaran bagi Pemkot khususnya bagi pemangku kebijakan di Pemkot Palangkaraya untuk bisa bersama mengoptimalkan potensi wilayah yang pada akhir akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ujar Indriarti.

“Kedepan dari hasil kunjungan dari pemangku kebijakan Pemkot ini, kami akan melibatkan dunia usaha atau UMKM dari tempat kami dan diharapkan usaha ini bisa menjadi lapangan kerja baru dan mengangkat perekonomian pelaku usaha perikanan di Kota Palangkaraya,” tutup Indriarti.

Dalam paparannya Kepala Diskan Kobar Rusliansyah mengatakan bahwa produk Albumin merupakan hasil inovasi masyarkat pengolah ikan untuk menciptakan inovasi bagi sumber daya ikan yang berlimpah dengan meningkatkan value ikan gabus.

Poklahsar Jaya Bersama merupakan usaha mikro yang masih memulai dan menuju berkembang dengan omset produksi saat ini baru mencapai 5 juta per bulan. Dengan harga yang relatif terjangkau 2 ribu per kapsul produk albumin dari ibu Khalijah pemasaran nya masih terbatas dari media sosial namun sudah memiliki pelanggan yang rutin bahkan dari luar Kobar.

“Kedepan kami akan terus mendampingi Poklahsar Jaya Bersama dalam hal pengembangan usaha untuk melengkapi legalitas usaha nya seperti perizinan dan melakukan pengujian kandungan Albumin pada BPOM,” ujar Rusliansyah.

“Hal tersebut akan berdampak baik bagi pengembangan usaha Poklahsar Jaya Bersama khususnya Ibu Khalijah, dengan kelengkapan adminitrasi usaha nya beliau akan mudah mengaskes permodalan guna mengembangkan usaha,” tutup Rusliansyah.

Pada kunjungan kerja ini juga dilakukan praktek singkat pembuatan Albumin ikan haruan oleh ibu Khalijah selaku ketua Poklahsar dan juga pemilik usaha Albumin ikan gabus. (manis&razak/diskan)