Puluhan Kontributor MMC Kobar Ikuti Bimtek di Jakarta

Foto Bersama Kepala Diskominfo Kobar, H. Rody Iskandar, S.Sos, M.Si, Ahli Komunikasi dan kehumasan, Dr. Nurprapti Wahyu W, M.Si dan Manajer Produksi Indosiar Visual Mandiri, Cosmas T. Sushanto, SDs. serta Puluhan kontributor MMC Kobar usai pembukaan Bimtek Diseminasi Informasi Digital di Hotel Falatehan, Jakarta Selatan, selasa (23/04). (humas diskominfo kobar)

MMC Kobar - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Diseminasi Informasi Digital dengan tema “Humas Pemerintahan Dalam Menyambut Era Industri 4.0 Menuju Good Governance”.

Acara ini diikuti oleh puluhan kontributor MMC Kobar yang merupakan perwakilan dari setiap skpd di Pemkab Kobar. Kepala Dinas Diskominfo, H. Rody Iskandar, S.Sos, M.Si mengatakan, bahwa kegiatan ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menyongsong revolusi industri 4.0.

(Baca Juga : Wabup Ahmadi Riansyah Apresiasi Pihak Swasta yang Terlibat Pemulihan Ekonomi Masyarakat)

"Humas pemerintah yang memiliki posisi strategis sebagai corong pemerintah diharapkan bisa menambah keahliannya dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu mampu menguasa teknologi dan media penyampaian informasi harus mampu dikuasai oleh humas pemerintah," kata Rody di Hotel Falatehan, Jakarta Selatan, Selasa (22/4).

Sejumlah praktisi diseminasi informasi digital pun dihadirkan sebagai pembicara. Di antara mereka, ada ahli komunikasi dan kehumasan Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa Dan Universitas Mercubuana, Dr. Nurprapti Wahyu W, M.Si dan Manajer Produksi Indosiar Visual Mandiri, Cosmas T. Sushanto, SDs.

Nurprapti mengatakan humas pemerintah perlu menyusun agenda setting isu publik. Hal ini perlu dilakukan agar publikasi informasi tidak hanya bersifat reaktif, tapi disusun dengan sadar untuk mencapai target outcome tertentu.

"Saat ini pemerintah lebih sering reaktif terhadap isu ketimbang proaktif berkomunikasi dengan publik. Untuk itulah diperlukan agenda setting atau framing atas isu dalam berkomunikasi dengan publik. Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah mampu menjelaskan isu secara terbuka, sehingga tidak terus menerus menjadi sorotan publik, sehingga tercipta komunikasi yang harmonis serta melahirkan dukungan terhadap kinerja pemerintah," jelas Nurprapti.

Pada bimtek yang dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 23-25 April 2019 ini, seluruh peserta diajarkan dasar-dasar desain grafis/desain komunikasi visual, dasar produksi audio visual hingga praktek langsung di lapangan dengan berkunjung ke objek liputan, sehingga mengundang antusiasme dari para peserta.

Diharapkan melalui bimtek ini dapat meningkatkan ilmu dan pengetahuan para peserta mengenai desain komunikasi visual maupun produksi media audio visual untuk kemudian dapat diterapkan di lingkungan dinasnya masing-masing.(handri/humas diskominfo kobar)