Pj Bupati Ajak Warga Sunda Tingkatkan Peran dalam Membangun Kobar

MMC Kobar - Penjabat (Pj) Bupati Anang Dirjo menghadiri pengukuhan pengurus Paguyuban Lembur Kuring Jawa Barat – Banten (PLK-JBB) Kotawaringin Barat (Kobar) periode 2023-2026. Kegiatan pada Selasa (14/2) malam di Aula Bappeda ini mengambil tema “Mewujudkan Paguyuban Lembur Kuring Yang Harmonis, Guyub, Silih Asah, Silih Asuh dan Turut Serta Mendukung Pembangunan Kabupaten Kotawaringin Barat Yang Maju dan Bermartabat”. 

Selain Pj Bupati Kobar, kegiatan pengukuhan juga dihadiri unsur Forkopimda serta tokoh-tokoh masyarakat Kobar.

(Baca Juga : APG 2018 Merupakan Ajang Perayaan Memupuk Prestasi dengan Persaudaraan dan Kemanusiaan)

Dalam sambutannya Pj Bupati Anang Dirjo menyampaikan selamat kepada pengurus PLK-JBB yang baru saja dikukuhkan. “Semoga  Allah SWT memberikan kekuatan kepada pengurus paguyuban sehingga mampu menjalankan tugas dengan baik, dan keberadaan paguyuban ini bisa dirasakan manfaatnya khususnya oleh warga Sunda yang ada di Kobar,” kata Anang Dirjo. 

Anang Dirjo berharap, seluruh anggota PLK-JBB Kobar atau masyarakat Sunda pada umumnya bisa meningkatkan perannya di dalam kerangka pembangunan Kobar. 

“Saya dengar Paguyuban Lembur Kuring Jawa Barat – Banten ini sudah lama berdiri di Kotawaringin Barat, saya harap saudara-saudara terus meningkatkan peran mengembangkan berbagai potensi yang ada demi membangun Kotawaringin Barat,” ujar Anang Dirjo. 

Anang Dirjo menilai keberadaan paguyuban yang berperan penting sebagai wadah warga Sunda untuk saling bersilaturahmi dan menjaga kebersamaan, tidak hanya sesama warga Sunda tetapi juga warga dari etnis lain yang selama ini hidup rukun di Kobar. 

“Mari kita bersinergi, mari kita saling mendukung, biarpun kita dari berbagai latar belakang suku yang berbeda, namun kita bisa menjadi satu kesatuan,” ajaknya. 

Paguyuban Lembu Kuring di Kobar sudah ada sejak sejak tahun 1980-an, dan sampai sekarang para anggotanya telah tercatat sebanyak ratusan orang. Paguyuban Lembu Kuring ini didirikan sebagai wadah perkumpulan bagi warga Sunda yang merantau, untuk saling bertemu dan membantu, sesuai falsafah orang Sunda yaitu Sunda Ngahiji yang artinya bersatu. (rib/prokom setda)