Kegiatan Tutorial Sambung Pucuk pada Bibit Alpukat Unggul Nasional Marcus dan Aligator

MMC Kobar – Pada Jumat (26/06) di kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diadakan kegiatan Sambung Pucuk Alpukat Marcus (Kendil) dan Aligator. Kegiatan ini diinisiasi oleh Bidang Hortikultura, dengan pemateri adalah Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Hortikultura, Yahminto.

Turut hadir dalam kegiatan ini Plt Kepala Dinas TPHP, Sekretaris dan Kepala Bidang Hortikultura beserta staf. Kegiatan ini ditujukan kepada ASN Dinas TPHP dan masyarakat umum.

(Baca Juga : Wakil Bupati dan Ketua TP-PKK Kobar Ikuti Puncak Peringatan Hari Kartini ke-144)

Sambung Pucuk merupakan perbanyakan tanaman gabungan antara perbanyakan secara generatif (dari persemaian biji) dengan salah satu bagian vegetatif (cabang/ranting) yang berasal dari tanaman lain namun tetap sejenis.

“Bidang Hortikultura mengadakan kegiatan Sambung Pucuk ini untuk memberikan edukasi bagi wilayah dinas serta masyaratkat sekitar Kabupaten Kobar yang ingin belajar cara sambung pucuk ini,” tutur Yahminto.

Tutorial secara langsung cara sambung pucuk yang baik dan benar ini diadakan dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat dan mencontohkan step-step yang benar dalam sambung pucuk agar hasil yang diinginkanpun sesuai dengan ekspektasi.

Diketahui bahwa Sambung Pucuk hanya berlaku pada bibit semai dari biji untuk batang bawahnya, sedangkan pucuknya dapat diambil dari pohon manapun dengan catatan harus sejenis dengan batang bawah.

“Bibit yang kita gunakan untuk tutorial hari ini ialah bibit unggul yang telah uji nasional, Marcus dan Aligator. Marcus dan Aligator ini sama-sama Alpukat ya, bukan buah jenis lain. Untuk batang bawahnya ini dari persemaian biji, bibit yang siap sambung berumur sekitar 2-3 bulan. Bahan-bahan juga tidak sulit didapatkan, yang pasti punya batang bawah dan mencari pucuk yang baik untuk disambung, lalu menyiapkan gunting, cutter, pisau okulasi kalau ada, plastik untuk membungkus sambungan, dan catatan pentingnya ialah semua alat yang digunakan harus steril,” jelas Yahminto.

Yahminto memaparkan penjelasan mengenai persiapan kegiatan sambung pucuk sembari melakukan tutorial praktek sambung pucuk.

“Kenapa kami memberikan edukasi begini, supaya masyarakat merasakan pula dampak positif dari budidaya dengan sambung pucuk, sudah pasti waktu panen lebih cepat sekitar di tahun ke 3 kita sudah bisa menikmati hasil panen,” tutup Yahminto.

Plt Kepala Dinas THP Kobar, Kris Budi Hastuti, turut memberikan imbauan terhadap kalangan dinas serta masyarakat yang hadir mengenai penggalian potensi produk-produk lokal yang bisa dilegalitaskan sekaligus menutup kegiatan.

“Kita sudah mempunyai bibit varietas unggul yang lulus uji nasional. Kita bersama-sama menggali potensi produk-produk lokal yang layak untuk dilegalkan identitasnya sehingga dapat kita pasarkan ke pasar nasional menunjang perekonomian petani,” tutup Kris Budi. (dtphp kobar)