Dukung Program Edukasi Pajak, Tax Center Untama Tempatkan 20 Relawan Pajak di KPP Pratama Pangkalan Bun

Kepala KPP Pratama Pangkalanbun dan Tim Tax Center Untama berfoto bersama selesai rapat Kamis (06/01/2022)

MMC Kobar - KPP Pratama Pangkalan Bun mengadakan rapat bersama Tax Center Universitas Antakusuma (Untama) pada Kamis (6/01) di ruang rapat KPP Pratama Pangkalan Bun. Rapat ini dihadiri oleh Kepala KPP Pratama Pangkalan Bun Dahlia dan Pembina Tax Center Untama, Ilham Koentarto. Dalam rapat ini membahas mengenai program Relawan Pajak dan pengembangan Tax Center.

Dalam rangka percepatan SPT Tahunan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2022 ini, Tax Center Untama akan memberikan dukungan sebanyak 20 relawan pajak yang akan ditempatkan di KPP Pratama Pangkalan Bun. Hal ini tentu akan membantu KPP Pratama Pangkalan Bun dalam menjalankan tugasnya untuk mengedukasi masyarakat di wilayah Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara.

(Baca Juga : (Berita cukup publish di website/medsos dinas) BKPP Kobar Kembali Laksanakan Apel Pagi di Era Tatanan Normal Baru)

Ilham mengatakan bahwa Tax Center akan memberikan dukungan kepada program-program edukasi yang dilakukan oleh KPP Pratama Pangkalan Bun. Ia berharap agar para relawan yang ditugaskan di KPP Pratama Pangkalan Bun mendapatkan pengalaman dan ilmu secara langsung mengenai pajak.

"Karena kerjasama ini juga merupakan wujud dari tri dharma perguruan tinggi yang dijalankan oleh Universitas Antakusuma, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, dan pengabdian masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Pangkalan Bun, Dahlia menyampaikan bahwa kerjasama antara kantor pajak dan civitas akademi di Kobar akan terus ditingkatkan, mengingat masih rendahnya kesadaran masyarakat di Kobar dan sekitarnya. Salah satunya adalah dengan program Relawan Pajak dan pengembangan Tax Center.

"Kalau penyuluhan pajak hanya mengandalkan SDM (Sumber Daya Manusia) yang dimiliki oleh KPP (Pratama Pangkalan Bun), maka edukasi ke masyarakat tidak akan maksimal," imbuhnya.

"Sebenarnya masyarakat itu tahu tentang pajak, tapi kalo ada undangan edukasi dari kantor pajak, biasanya masyarakat mikir-mikir untuk datang. Beda ceritanya kalau yang mengundang adalah civitas akademi, tokoh agama atau tokoh masyarakat, biasanya mereka mau hadir," terang Dahlia.

"Seperti tahun kemarin, Kantor Pajak udah melaksanakan program jemput bola SPT Tahunan ke desa-desa, tapi masyarakat yang hadir pun tidak banyak. Hal ini memang menjadi problem bersama mengingat rendahnya kesadaran pajak masyarakat, utamanya di desa," jelas Dahlia.

Ditambahkan Dahia, kerjasama dengan Tax Center Universitas Antakusuma ini tentu menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh KPP Pratama Pangkalan Bun dalam menyebarluaskan informasi tentang pajak kepada masyarakat. “Diharapkan bahwa ke depannya masyarakat tidak menghindar lagi jika mendapatkan undangan edukasi tentang pajak,” pungkasnya. (wid/edt : mri)