AOE 2023 Dorong Terciptanya Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memberikan sambutan pada penutupan AOE 2023

MMC Kobar - Setelah tiga hari pelaksanaan, Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2023 resmi ditutup oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Banten, Sabtu (22/07). 

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang mewakili Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sebagai salah satu peserta AOE 2023 turut hadir dalam penutupan tersebut.

(Baca Juga : DPKP Kobar Gelar Pelatihan Manajemen Usaha dan Akses Permodalan bagi Nelayan Kecil)

Dalam sambutannya Menteri Bahlil sangat mengapresiasi perhelatan besar yang dilaksanakan oleh Apkasi. Bahlil mengatakan, “Apkasi sudah mulai memikirkan tentang bagaimana pengembangan ekonomi wilayah dalam konteks menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Menteri Bahlil.

Bahlil juga memaparkan, hingga tahun 2020 kwartal ketiga investasi di luar Pulau Jawa selalu tidak lebih tinggi daripada di Pulau Jawa. Sehingga hal tersebut memunculkan anggapan bahwa pembangunan di Indonesia itu Jawa Sentris. 

“Sejak kebijakan diubah tahun 2020 kwartal ketiga sampai dengan 2023 kwartal kedua, kini investasi di luar Pulau Jawa sudah lebih tinggi ketimbang di Pulau Jawa, yaitu 53 persen,” ujarnya.

Saat ini baginya investasi merupakan instrumen untuk menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “PAD yang kuat hanya satu syaratnya, yakni investasi harus diurus dengan baik, ini kuncinya,” tegasnya.

Sebelumnya, pembacaan laporan penyelenggaraan AOE 2023 dibacakan oleh Ketua Bidang Politik dan Keamanan Apkasi, Joune J.E. Ganda yang juga sebagai Bupati Minahasa Utara. Joune menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan pihak-pihak yang terlibat dalam rangkaian kegiatan Apkasi mulai dari pameran, Rakernas, dan kegiatan lainnya.

Bupati Joune melaporkan jumlah peserta AOE 2023 sebanyak 172 peserta, terdiri dari 131 pemerintah kabupaten, 2 kementerian, 6 dari kalangan swasta, sebanyak 23 dari sektor UMKM, dan 10 dari kalangan media, seluruh peserta menempati 287 stand. 

“Data pengunjung, hingga Sabtu, 22 Juli 2023, pukul 14.00 WIB, tercatat total 10 ribu pengunjung. Terdiri dari masyarakat umum dan dari kalangan pengusaha dan investor,” paparnya.

Selain pameran, Joune juga menjelaskan bahwa AOE 2023 juga menggelar side event berupa business matching dengan konsep mempertemukan langsung para calon buyers dan investor dengan suatu daerah. Berlangsung pada hari pertama penyelenggaraan AOE dan berjalan sesuai harapan. 

Business matching diikuti oleh 38 Pemerintah Kabupaten. Sedangkan pihak buyers dan investor yang hadir sebanyak 23 perusahaan atau mitra, yaitu dari Iwapi, Potato Head Group, PT Everest Timber Indonesia, Equatoral Capital, British Chamber, Bussiness Indonesia Singapore Association dan International Bussiness Association (IBA),” imbuhnya.

Kegiatan lain pada AOE 2023 kali ini adalah field trip. Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk mengajak peserta AOE 2023 melihat secara langsung implementasi terbaik dari suatu program Pemerintah Kabupaten. Peserta diajak mengunjungi Ketapang Urban Aquaculture yang berada di Mauk Kabupaten Tangerang.

Menutup laporannya, Joune mengumumkan pemenang stand terbaik AOE 2023 kategori Juara Favorit adalah Kabupaten Gowa, sementara Juara Umum adalah Kabupaten Mimika. (tyas/dpmptspkobar)