Tahap Awal Pembangunan IPAH, Tim Penggerak PKK Kumai Terima Sosialisasi Konservasi Tanah dan Air

MMC Kobar – Setelah sukses diselenggarakan di kecamatan Arut Selatan pada Kamis (26/9), sosialisasi konservasi tanah dan air kembali digelar di kecamatan Kumai pada Selasa (1/9). Serupa dengan kegiatan sebelumnya, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat terkait upaya konservasi lingkungan tanah dan air untuk mengurangi adanya degradasi lahan serta pemanfaatan air hujan sebagai air bersih sehingga dapat menjadi alternatif sumber air terutama pada area yang mengalami keterbatasan ketersediaan sumber air bersih.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kecamatan Kumai yang melibatkan Tim Penggerak PKK dari desa Sungai Cabang, desa Sebuai dan desa Teluk Pulai.

Walaupun berasal dari desa yang jauh dari kecamatan Kumai, peserta cukup antusias untuk hadir. Hal ini dapat dilihat dari kehadiran peserta yang berasal dari desa sungai Cabang. Mereka harus menggunakan kendaraan sungai terlebih dahulu untuk sampai ke kecamatan Kumai bahkan ada yang rela untuk menginap sehari sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi. 

Dalam sosialisasi ini terdapat tiga materi yaitu Kebijakan Konservasi Tanah dan Air, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang Baik untuk Mengurangi Pencemaran Tanah dan Air dan Teknis Pembangunan Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH). Ketiga materi ini saling berkaitan dalam upaya konservasi baik di tanah maupun di air. 

Dalam sambutan Ketua Panitia, Misriyadi menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan sikap peduli terhadap lingkungan serta mampu menjelaskan dan melaksanakan pembuatan Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH) kepada para peserta kegiatan.

"Setelah peserta menerima sosialisasi tentang konservasi tanah dan air, tahapan selanjutnya DLH Kobar akan membangun Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH) di beberapa desa yang telah disurvei sebelumnya," jelasnya.

Selain itu mengingat bahwa setiap orang memiliki kewajiban dalam penyelenggaraan konservasi tanah dan air sebagaimana yang dimuat dalam UU Nomor 37 tahun 2014 tentang Konservasi Tanah dan Air sehingga peserta sosialisasi yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga pun juga memiliki kewajiban dalam upaya konservasi tanah dan air. IPAH hanya merupakan satu dari sekian banyak metode konservasi tanah dan air. 

Sosialisasi Konservasi Tanah dan Air ini dihadiri dan dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kumai, Ermayanti. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa sesuai dengan 10 Program Pokok PKK yang pada hakikatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, dua di antaranya adalah Kesehatan dan Kelestarian Lingkungan Hidup.

“Kesehatan adalah kebutuhan dasar manusia. Orang harus belajar bagaimana cara menjaga, memelihara kesehatan diri, keluarga dan lingkungannya. Kemudian program kelestarian lingkungan hidup bertujuan membantu dalam menjaga keseimbangan lingkungan secara ekologis. Meningkatkan perilaku hidup bersih dalam keluarga dan lingkungan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelestarian lingkungan hidup yang bersih dan sehat bagi keluarga salah satunya yaitu dengan memelihara sumber air,” jelas Ermayanti.

Ditambahkan pula bahwa dalam rangka memaksimalkan penggunaan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih seperti di Sungai Cabang, desa Sebuai dan desa Teluk Pulai yang rawan kekeringan dan kekurangan air bersih terutama saat musim kemarau sehingga kebutuhan air dapat mengandalkan dari air hujan. 

"Semoga kegiatan sosialisasi ini memberikan manfaat bagi kita semua dan sumber air dapat terpelihara sehingga anak cucu kita masih dapat merasakan air bersih," pungkasnya. (kharisma/karlan08)