Perkenalkan Teknik Budidaya Ikan Bioflok, Diskan Kobar Dampingi Pokdakan

MC Kobar - Dalam rangka meningkatkan produksi perikanan budidaya di masa pandemi dan menjaga ketahanan pangan masyarakat, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Penyuluh Perikanan memperkenalkan teknik budidaya ikan sistem bioflok kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Abyudaya di Desa Kumpai Batu Bawah, (10/07).

Dalam melakukan pendampingan dan pengenalan sistem Bioflok, Penyuluh Perikanan Tyas Susilo mengatakan Bioflok berasal dari kata bios artinya kehidupan dan floc atau flock artinya gumpalan. Jadi bioflok merupakan kumpulan dari berbagai organisme (bakteri, jamur, algae, protozoa, cacing, dll) yang tergabung dalam gumpalan/flok.

Flok-flok yang terbentuk dalam penerapan teknologi bioflok pada budidaya ikan bermanfaat sebagai pakan tambahan bagi ikan, sehingga penggunaan pakan berkurang antara 20-30%. Mekanisme kerja bioflok meliputi pemberian starter mikroba atau bakteri pembentuk flok, pengadukan, dan oksigenasi/aerasi.

“Penerapan teknologi bioflok juga dapat menghilangkan atau setidaknya mengurangi adanya zat-zat atau gas-gas yang bersifat toksik/racun bagi ikan, seperti amoniak, nitrit, dan H2S, sehingga ikan lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit dengan sedikit penggantian air. Kelebihan lain dari penerapan teknologi bioflok adalah untuk budidaya ikan yang intensif dengan padat tebar lebih tinggi. Untuk ikan lele mampu 500 ekor/m3 dan ikan nila 100 ekor/m3,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Diskan Kobar melalui Kabid Pengelolaan Pembudidayaan Ikan, Hermanto mengatakan bahwa pengenalan teknik budidaya ikan sistem bioflok kepada para pembudidaya ikan di Kobar sebenarnya sudah pernah dilakukan pada tahun 2016 melalui kegiatan pelatihan bekerjasama dengan BPPP Banyuwangi. Namun hingga saat ini belum banyak para pembudidaya ikan yang mau mengadopsi atau menerapkannya.

“Diskan Kobar melalui penyuluh perikanan akan terus mensosialisasikan teknik budidaya ikan dengan sistem Bioflok kepada Pokdakan di Kobar dalam mengadopsi teknologi ini, agar produksi perikanan terus meningkat dan berharap dapat meningkatkan pendapatan para pelaku usaha perikanan,” tutupnya. (nita&razak/diskan)