Percepat Transformasi Digital, Ini Langkah Kominfo!

Jakarta, Kominfo – Banyak negara telah meningkatkan digitalisasi di semua sektor kehidupan. Kini Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah melakukan langkah percepatan transformasi digital untuk menjadikan Indonesia Maju.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail dalam Seminar Daring Mendorong Akselerasi Transformasi Digital dari Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (20/07).

Menurut Dirjen Ismail, transformasi memiliki manfaat besar karena lebih mendorong efisiensi dengan mengikis sekat ruang dan waktu. Ia menyontohkan di bidang ekonomi, pemasaran yang berpindah ke ruang digital membuat jangkauan jauh lebih luas hingga ke tingkat nasional maupun global.

"Manfaat transformasi digital luar biasa besarnya. Ketika suatu bangsa atau negara sudah berhasil melakukan transformasi ke ruang digital ini maka disebut sebagai negara maju. Indikator ekonomi suatu bangsa sekarang yang penting dinilai dari kemajuan suatu bangsa itu adalah tingkat transformasi digitalnya,” tandasnya.

Tiga Tahap

Dirjen SDPPI menyatakan transformasi digital ditandai dengan upaya memindahkan aktivitas keseharian ke ruang digital. Baik itu memanfaatan teknologi digital untuk keperluan bekerja atau belajar mengajar. 

"Ada tiga tahap untuk transformasi digital. Pertama digitasi, kedua digitalisasi dan ketiga transformasi digital," jelasnya.

Tahapan digitasi, menurut Dirjen Ismail ditandai dengan adanya konversi konten ke format digital dalam jaringan. "Tahap ini merupakan informasi dalam bentuk konvensional harus dipindahkan menjadi informasi digital," ujarnya.

Pada tahap digitalisasi ditandai dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses bisnis untuk mendapatkan manfaat lebih. 

"Tahap selanjutnya transformasi digital artinya memanfaatkan informasi digital yang sangat penting untuk aktivitas kehidupan. Sehingga kita melakukan perubahan-perubahan terhadap cara kita melakukan aktivitas, karena ini bukan lagi bukan sebuah kesempatan tapi sebuah keharusan," paparnya. 

Menurut Dirjen Ismail saat ini masyarakat Indonesia tengah menjalani transformasi digital. Hal itu berlangsung cepat karena pandemi Covid-19 memaksa semua orang untuk berpindah ke ruang digital karena pembatasan aktvitas dan jarak untuk mengurangi potensi penyebaran virus 

"Ruang digital jadi solusi agar bisa tetap hidup dan berkarya bekerja dan belajar," jelasnya. 

Dirjen SDPPI menekankan, proses transformasi digital tidak akan menjadi beban jika bisa menyelesaikan beberapa komponen yang disebut sebagai ICT Building Block. Komponen itu terdiri atas keamanan, konten, aplikasi, perangkat, jaringan telekomunikasi, infrastruktur pasif, regulasi dan talenta digital.

“Komponen itu harus kita selesaikan secara serentak. Tugas dan fungsi Kominfo itu adalah menjadi orkestraktor menjadi dirigen untuk bisa menyelesaikan ICT Building Block secara serentak, karena kalo secara serial secara bertahap maka proses digital itu tidak bisa berjalan optimal,” tegas Dirjen Ismail.

Merata, Berkualitas dan Terjangkau

Menurut Dirjen Ismail peran infrastruktur sangat penting untuk mendorong akselerasi transformasi digital. Menurutnya komponen infrastruktur merupakan prasyarat dasar. 

"Masyarakat bisa melakukan aktivitas di ruang digital jika insfrastruktur pasif atau aktif termasuk perangkat yang digunakan seperti laptop atau handphone tersedia," jelasnya.  

Dirjen Ismail menekankan syarat infrastruktur bisa sukses mendukung transformasi digital ketika merata tersedia di seluruh pelosok tanah air.

"Agar masyarakat mampu menikmati manfaat dari transformasi digital maka infrastruktur harus tersedia merata, kedua infrastruktur harus berkualitas. Dan ketiga affordable atau terjangkau," ungkapnya.

Kementerian Kominfo menurut Dirjen SDPI berkonsentrasi terhadap pembangunan dan pemerataan infrastruktur. "Infrastruktur telekomunikasi pada dasarnya tidak dibangun oleh Kominfo, karena Kominfo hanva ?ebagai regulator. Fungsi Kominfo adalah mendorong hal tersebut," tegasnya.

Acara seminar daring hari pertama menghadirkan tiga narasumber yang membahas tentang Peran Infrastruktur TIK. Selain Dirjen SDPPI hadir sebagai pembicara Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Infomatika, Ahmad M. Ramli dan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Dan Informatika (BAKTI) Anang Latif. (AGS/m)

Sumber : kominfo.go.id