Kobar Kembangkan Kemitraan Inti Plasma Sapi

MMC Kobar - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Kotawaringin Barat terus berupaya mendorong peningkatan investasi usaha peternakan sapi potong di Kotawaringin Barat (Kobar).  Dengan tumbuhnya investasi peternakan ini tentunya akan mendorong peningkatan populasi dan produksi ternak yang akhirnya akan meningkatkan PDRB dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Investasi usaha dibidang peternakan perlu terus ditingkatkan sebagai upaya peningkatan ekonomi di perdesaan” ujar Kabid Pasca Panen SDM dan Kelembagaan DPKH Kobar M Rubiansyah. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa DPKH Kobar terus berupaya mendorong berbagai pihak baik perorangan, koperasi, BUMDes maupun perusahaan untuk mengembangkan usaha di bidang peternakan. Potensi daerah cukup besar, termasuk pengembangan ternak sapi potong, kapasitas tampung ternak masih sangat besar apabila dikaitkan dengan potensi pakan yang tersedia dan dapat dikembangkan di wilayah Kobar.

Dalam upaya mendorong investasi peternakan melalui konsep kemitraan plasma sapi, pada hari Kamis, 31 Mei 2018 berlokasi di Aula Desa Pandu Senjaya Kecamatan Pangkalan Lada, DPKH Kobar menggelar pertemuan yang dihadiri perwakilan kelompok peternak dari 11 desa di Kecamatan Pangkalan Lada, Penyuluh BPP Kecamatan Pangkalan Lada, beberapa perwakilan koperasi dan BUMDes dari desa-desa di Kecamatan Pangkalan Lada, maupun dari Desa Pangkalan Satu Kecamatan Kumai, Desa Natai Raya Kecamatan Arut Selatan  dan Desa Sungai Kuning Kecamatan Pangkalan Banteng.

Dede Marsus selaku Kasi Pengembangan Investasi Peternakan DPKH Kobar, mengatakan  bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mendorong terwujudnya plasma sapi di Kobar, dimana salah satu perusahaan yang telah mengajukan rencana pengembangan plasma sapi kepada pemerintah daerah melalui DPKH Kobar adalah PT Sulung Ranch - CBI Group, sehingga mereka kita berikan kesempatan untuk langsung menyampaikan konsep kemitraan plasma sapi yang akan mereka kembangkan kepada para peserta pertemuan, sehingga peserta dapat menerima ataupun memberikan masukan.

Sementara itu, General Manager Plasma CBI Bambang Hermanto menjelaskan bahwa CBI saat ini sedang mencari dan menseleksi kelompok-kelompok peternak yang mau dan siap bermitra untuk pengembangan ternak sapi potong di Kobar. Tahap awal pada tahun 2018 ini, CBI menargetkan 500 ekor sapi Brahman Cross (Sapi BX) akan dikerjasamakan dengan sistem bagi hasil 50:50 dengan konsep kemitraan inti plasma.

Pemerintah Kabupaten Kobar melalui DPKH Kobar menyatakan sangat mendukung rencana CBI yang akan mengembangkan plasma sapi di Kobar, tentunya ini menjadi yang pertama kali di Kalimantan. Adapun terkait pola kemitraan, bahwa pola yang dikembangkan diharapkan dapat menyesuaikan dengan potensi dan kondisi di lapangan, dengan melibatkan kelompok peternak, koperasi dan BUMDes yang berminat berusaha ternak. Pemerintah akan memfasilitasi dan mendorong adanya kemitraan usaha peternakan, melalui rambu-rambu yang telah diatur dalam Permentan Nomor 13/Permentan/PK.240/5/2017, yang pasti kemitraan usaha peternakan merupakan kerjasama yang mesti dibangun semua pihak dengan berlandaskan pada prinsip yang saling memerlukan, memperkuat, menguntungkan, menghargai, bertanggujawab dan adanya saling ketergantungan dalam pengembangan usaha peternakan tersebut tambahnya. (MRB/DM/DPKH)