Kesbangpol Berikan Materi Dampak Hoax Terhadap Nasionalisme Kebangsaan di Seminar Kamtibmas

MMC KOBAR - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis (18/10) memberikan materi dampak hoax terhadap nasionalisme kebangsaan pada seminar kamtibmas dampak berita hoax dan antisipasinya dalam rangka sukseskan agenda nasional pemilu tahun 2019 di Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) yang digelar Polda Kalteng di Aula Hotel Andika, Pangkalan Bun.

Dalam paparannya Kepala Kesbangpol Kobar Mudelan mengatakan bahwa pemilu merupakan pesta demokrasi yang harus dirasakan oleh seluruh masyarakat. Pemilu bisa berfungsi menjadi sarana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, bukan justru sebaliknya pemilu menjadi sarana untuk memperlemah pondasi dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Hal itu dapat dilihat dengan maraknya hoax dan ujaran kebencian antara satu dengan yang lain di media sosial.

“Hoax adalah sebuah pemberitahuan palsu, usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta informasi palsu tersebut tahu bahwa informasi tersebut palsu,” kata Mudelan.

Maraknya hoax semakin mengancam kerukunan masyarakat menjelang pelaksanan pemilu seretak tahun 2019. Apabila hoax tidak diantisipasi sejak awal, akan menjadi salah satu keretakan. Untuk itu diperlukan upaya menciptakan konten positif melawan konten negatif dan hoax dengan melakukan literasi media kepada masyarakat.

“Hal ini agar mereka sadar untuk tidak membuat atau ikut menyebarkan hoax dan menciptakan konten positif, aktif melakukan klarifikasi resmi dan counter isu terhadap hoax atau potensi hoax di berbagai kanal, dan turut mengkampanyekan dan menggandeng komunitas untuk melawan hoax,” tegas Mudelan diakhir paparannya.

30 peserta hadir dalam seminar itu, terdiri dari pengurus parpol di Kabupaten Kobar, Sukamara dan Kabupaten Lamandau. Adapun narasumber lainnya yang ikut memberikan materi adalah KPU Kobar, Bawaslu Kobar, Diskominfo Kobar dan Polres Kobar. (rakhman/kesbangpol)