Camat dan Kades se-Kobar Ikuti Sosialisasi Aplikasi eDMC19 dan eHDW

MMC Kobar - Dalam rangka mendukung desa dalam menangani pandemi Covid-19 dan Stunting, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi pada (13/5) lalu telah meluncurkan 2 aplikasi, yaitu aplikasi Desa Melawan Covid-19 (eDMC19) dan aplikasi Human Development Worker (eHDW).

Dinas PMD melalui bidang kelembagaan Perkembangan Desa dan Pelayanan Sosial Dasar pada hari Kamis (18/6) melaksanakan Sosialisasi eDMC19 dan eHDW bagi camat dan kades se-Kabupaten Kobar. Para kades tersebut didampingi 1 orang staf  desa sebagai pengelola aplikasi eDMC19 dan 1 Kader Pembangunana Manusia (KPM) sebagai pengelola aplikasi eHDW setiap desa.  Sosialisasi tersebut dilaksanakan melalui media Video Conference (Vicon).

Aplikasi eDMC19 merupakan aplikasi seluler berbasis android sebagai alat bantu Tim Relawan/Gugus Tugas Desa Covid-19 untuk memantau tingkat kerawanan Desa terhadap pandemi Covid-19.

Sedangkan aplikasi Human Development Worker (eHDW) merupakan aplikasi seluler berbasis android sebagai alat bantu kerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam melakukan pendataan sasaran Rumah Tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan pemantauan 5 paket layanan pencegahan stunting di Desa. Kedua aplikasi ini perlu dipahami dan agar segera dapat dimanfaatkan oleh Desa.

Kades menetapkan operator dan KPM sebagai pengelola aplikasi melalui SK. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten Kobar, Hardaniyanti.

“Kades memastikan personil yang ditunjuk sebagai pengelola aplikasi eDMC19 maupun KPM, diharapkan yang mengetahui teknologi dan diharapkan yang memiliki Hp android. Khususnya KPM diharapkan personil yang benar mau melaksanakan tugasnya sebagai KPM meski imbal balik yang diterima hanya sedikit/sekedarnya sesuai kemampuan keuangan desa. Peran KPM sangat strategis dalam pelaksanaan penanganan stunting di desa,” terang Hardaniyanti.

Dukungan operasional untuk pemanfaatan aplikasi menggunakan APBDesa (DD). Dinas PMD Kobar selaku pemegang dashboard akan memantau output  laporan dari 2 aplikasi ini untuk selanjutnya akan disebarluaskan ke SKDP lain sebagai bahan kebijakan lebih lanjut.

”Agar penanganan Covid 19 dan stunting memerlukan kecepatan dan sinergitas antar sektor, untuk itu ketepatan, keakuratan dan kecepatan data tersaji real time sangat diperlukan,” imbuhnya.

Harapannya aplikasi dapat segera di gunakan oleh desa sehingga ouput berupa laporan-laporan, data real time baik terkait Covid-19 maupun stunting di desa dapat bermanfaat bagi pemerintah desa hingga pusat sebagai bahan pengambil kebijakan lebih lanjut.

Untuk itu, diharapkan data dan informasi yang diinput dalam aplikasi adalah data yang akurat, valid, update sesuai fakta dan keadaan di desa, sehingga menghasilkan kualitas laporan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (dpmd kobar)