Ajak Masyarakat Mandiri, Dinas PMD Kobar Gelar Pelatihan Budidaya Jamur Tiram dan Pengembangan Posyantek

MMC Kobar - Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat serta menunjang kemandirian dalam berinovasi membuat alat penunjang Teknologi Tepat Guna, Dinas PMD Kabupaten Kobar mengadakan kegiatan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram dan Pengembangan Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi), Kamis (3/9).

Acara yang diadakan di lokasi Agro Wisata Education Tani Subur Desa Pangkalan Tiga Kecamatan Pangkalan Lada ini bertujuan untuk memberikan Pemahanam mengenai fungsi dan peran Posyantek dalam pengelolaan sumber daya alam di desa dengan pemanfaatan TTG (Teknologi Tepat Guna) agar bernilai ekonomis bagi masyarakat melalui kemitraan antara Posyantek, UMKM dan BUMDesa/swasta. Selain memberikan pemahaman terkait Fungsi dan Peran Posyantek Dinas PMD menggalakkan Masyarakat mandiri melalui pelatihan Budidaya Jamur Tiram.

Dalam acara yang berlangsung selama 2 hari pada tanggal 3 - 4 September 2020 diikuti oleh 66 peserta dari Kecamatan Pangkalan Lada dan Pangkalan Banteng. Dinas PMD menghadirkan Sapto Novintoro, SE (Inovator  dan Pembudidaya Jamur TIram), serta Iwan Iswandi (TA TTG P3MD) sebagai narasumber Pelatihan Budidaya Jamur Tiram dan Posyantek.

Kepala Dinas PMD Kobar, Hardaniyanti yang juga turut hadir dalam acara tersebut juga memberikan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu wujud pembinaan melalui pelatihan bagi pengurus posyantek pada tahun ini yaitu pembekalan dan pelatihan budidaya jamur tiram berbasis teknologi tepat guna.

“Konsep dalam pelatihan ini menggunakan teknologi tepat guna berupa mesin-mesin dan alat teknologi sederhana dalam upaya untuk peningkatan produktifitas dalam budidaya dari yang manual menuju ke teknologi tepat guna. Peserta pelatihan ini kami arahkan bagi pengurus Posyantek Kecamatan Pangkalan Banteng dan Pangkalan Lada, untuk dapat secara sinergi dan berkelanjutan mengembangkan teknologi tepat guna dari posyantek desa Batu Belaman,” beber Hardaniyanti.

“Dan diharapkan dapat ditindaklanjuti sebagai informasi kepada masyarakat juga adanya pengembangan teknologi tepat guna dari kecamatan Pangkalan Banteng dan Pangkalan Lada yang bisa ditransfer kepada kecamatan lain,” imbuhnya.

Dengan dilaksanakannya Pelatihan Budidaya Jamur Tiram dan Pengembangan Posyantek, diharapkan peranan lembaga Posyantek dalam pemanfaatan TTG unuk mendukung Inovasi di desa. Mengingat terkait peran Posyantek yang selama ini masih dirasa kurang dalam memberikan pengaruh positif baik bagi para penemu dan pengembang teknologi tepat guna.

Dengan pemanfaatan TTG melalui Posyantek serta pelatihan budidaya jamur tiram dirarapkan meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat meningkat serta dapat menjawab permasalahan masyarakat yang dibutuhkan. (dpmd kobar)